Mayat Lelaki Ditemukan Mengambang di Cibanten

Warga Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mengevakuasi jasad seorang lelaki tak dikenal yang ditemukan tewas di Bendungan Karet Cibanten, Rabu (26/12).

SERANG – Sosok mayat lelaki tanpa identitas ditemukan mengapung di Bendungan Karet Cibanten, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (26/12). Korban diperkirakan sudah tiga hari meninggal dunia sebelum jasadnya ditemukan.

Informasi diperoleh, mayat lelaki itu kali pertama ditemukan oleh nelayan sekira pukul 08.00 WIB. Tubuh korban tersangkut di tumpukan sampah dan kayu di sekitar bendungan.

“Pertama dikira boneka nyangkut. Karena takut, manggil warga lain. Ternyata pas diperiksa betul mayat,” kata salah seorang warga bernama Lili Wasly.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaus oblong warna hitam, celana jeans pendek warna cokelat. “Enggak ada yang kenal (warga-red). Lagi pula enggak ada laporan kalau ada orang hilang,” kata Lili.

Temuan mayat itu dilaporkan ke Mapolsek Kasemen. Petugas yang mendapat informasi langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RS dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang. “Perkiraaan usia 30 tahun ke atas. Belum dapat dipastikan penyebab kematiannya. Harus menunggu hasil autopsi dari rumah sakit,” kata Kapolsek Kasemen Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhammad Cuaib.

Namun, Cuaib menduga korban sudah meninggal dunia sejak tiga hari lalu sebelum jasadnya ditemukan. Soalnya, mayat korban ditemukan sudah membusuk. “Ditemukan di aliran sungai. Belum tahu asalnya dari mana. Warga sekitar tidak ada yang mengenali korban,” jelas Cuaib.

Hingga tadi malam, Cuaib mengaku belum menerima laporan terkait adanya pihak yang mengakui sebagai keluarga korban. “Belum ada. Sekarang kasusnya ditangani Polres Serang Kota,” kata Cuaib.

Sementara itu, Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Hairoe Amir Abyan memastikan, mayat lelaki tersebut bukan salah satu korban tsunami Selat Sunda. “Dilihat dari lokasinya, bukan korban tsunami. Selain terlalu jauh dari daerah terdampak tsunami, korban juga ditemukan di aliran sungai,” singkat Amir. (Merwanda/RBG)