Mayoritas Dikerjakan Pengusaha Luar, Kadin Nilai Pengusaha Lokal Jadi Penonton

0
940 views

SERANG – Dari 1.400 pekerjaan paket proyek yang ada di pemerintahan provinsi Banten, baru sekira dua persen dikerjakan oleh pengusaha lokal. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten mendorong agar ke depan pengusaha lokal mampu diberdayakan.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Banten, Agus R Wisas mengatakan, tujuan berdirinya provinsi Banten tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat Banten. Namun, bila melihat saat ini daro sekira 1.700 pengusaha lokal, masih menjadi penonton. “Pengusaha lokal masih menjadi Penonton. Dari 1.400 pekerjaan itu hanya 2 persen yang dikerjakan oleh pengusaha lokal,” ujarnya disela-sela mengumumkan hasil perombakan pengurus Kadin Banten periode 2015-2020, di Kantor Kadin Banten, Jalan Tb. Sueb, Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (25/9).

Pria yang akrab disapa AW ini menjelaskan, ke depan pihaknya mendorong agar pengusaha Banten menjadi tuan rumah di tanah kelahirannya sendiri. Saat ditanya mengenai sistem lelang yang sudah terbuka atau berbasis online. Agus mengatakan, bila hal tersebut sudah berjalan sejak Banten menjadi provinsi. “Kalau itu dari jaman dulu sudah berjalan. Tapi pengusaha lokal masih bisa,” katanya.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Provinsi Banten 2009-2014 ini menjelaskan, langkah ke depan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap pengusaha lokal sehingga berdaya. “Kita akan berbicara kepada gubernur agar pengusaha lokal diberdayakan,” katanya.

Selain itu, AW juga mengumumkan perubahan struktur kepengurusan terbaru dari Dewan Penasehat, Pertimbangan, Dewan Pengurus dan Direktur Eksekutif. Ia beralasan, perubahan struktur dimakanai untuk sinergitas dalam membangun Banten. “Untuk keberlangsungan organisasi agar ke depan lebih baik. Ada beberapa pengurus yang tidak aktif karena berbagai kesibukan,” katanya.

AW membantah, bila perubahan struktur kepengurusan Kadin disebabkan oleh dinamika internal Kadin. Ia berdalih bila perubahan ini jauh dari nilai subyektifitas, melainkan agar ke depan Kadin Banten menjadi lebih baik. “Ini semata-mata dilakukan untuk kemajuan Kadin Banten,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)