DPRD Kota Cilegon
Suasana hearing Komisi III DPRD Kota Cilegon dengan belasan SKPD, Senin (11/1/2016). (Foto; Devi Krisna)

CILEGON – Sebanyak 12 SKPD di lingkungan Pemkot Cilegon menyampaikan laporan kinerja dan realisasi pendapatan sepanjang tahun 2015 pada rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi lll DPRD Cilegon, Senin (11/1/2016). Rata-rata SKPD mengungkapkan pendapatan mereka tahun lalu melampaui target yang ditentukan.

“Dari target pendapatan kami sekitar Rp8 miliar, pendapatan kami mencapai Rp9 miliar. Pendapatan itu diperoleh dari retribusi pelayanan kesehatan, dana kapitasi dan lainnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Cilegon Arriadna saat  hearing tersebut.

Pendapatan lebih juga diungkapkan Direktur RSUD Cilegon Zainoel Arifin. Ia mengungkapkan, pada tahun lalu meraih pendapatan sekira Rp88 miliar dari target Rp83 miliar atau sekira 106 persen.

Tak hanya pendapatan, capaian investasi tahun 2015 juga diungkapkan SKPD terkait. “Realisasi investasi dari Rp5,5 triliun yang ditargetkan Pemprov Banten, pada tahun 2015 lalu sebesar Rp8,6 triliun atau sekitar 156 persen,” kata Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira.
Menanggapi laporan kinerja SKPD tersebut, Ketua Komisi III DPRD Cilegon Udin Alimudin mengapresiasi. Meski begitu, dirinya tidak segera mempercayainya begitu saja. “Kalau secara lisan, laporan itu sudah cukup baik. Cuma kita akan coba lakukan kroscek langsung ke DPPKD, untuk mendapatkan data dan dokumen yang akurat. Mudah-mudahan apa yang disampaikan itu sesuai, jadi tidak sekadar ngomong,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon Nurrotul Uyun menambahkan, data dan dokumen yang akan diperoleh pihaknya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan target pendapatan SKPD ke depan. “Potensi untuk menaikkan PAD itu sangat terbuka. Tapi seblumnya kita juga perlu mengetahui apa yang menjadi kendala dan kesulitan dari SKPD sebelum target itu dinaikkan,” ujar politisi PKS ini. (Devi Krisna)