Mediasi antara buru dan Disnaker Cilegon tanpa dihadiri manajemen PT AWN.

CILEGON – Mediasi antara buruh, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan manajemen PT Aditya Wahana Nusa (AWN) di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (9/2/2016)lagi-lagi berakhir buntu. Informasi yang dihimpun, manajemen perusahaan terminal aspal curah menolak menghadiri mediasi dan memilih untuk bersedia memenuhi panggilan Disnaker Cilegon.

Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kota Cilegon Rudi Sahrudin tidak mempersoalkan ketidakhadiran manajemen PT AWN. Baginya tidak penting, karena utusan mereka selama ini dianggap tidak pernah mampu memberikan solusi. Buruh lebih menginginkan kehadiran manajemen dari PT Multi Trading Pratama (MTP), induk perusahaan PT AWN. “Bagi kami nggak masalah kalau AWN nggak datang. Lagian, kalau yang datang itu (Manajemen PT AWN) lagi, percuma. Tidak bisa mengambil keputusan,” ujarnya menanggapi batalnya mediasi.

Dirinya menyesalkan mediasi batal justru dipicu tidak hadirnya Pjs Walikota Cilegon Suyitno dan Asda I Setda Pemkot Cilegon Taufiqurrohman. “Bagi kami tidak masalah, karena kan bukan kita yang cari masalah, kita kan mau menyelesaikan. Tapi kalau AWN susah menyelesaikan, mending buruh kita latih perang saja sekalian,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pekerja di PT AWN menuntut kesejahteraan, antara lain pemberlakuan UMK, BPJS, status kerja, dan perusahaan mencabut PHK sepihak.
Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon Mustahal mengatakan, menindaklanjuti hal itu pihaknya akan segera melayangkan surat panggilan ke PT AWN. “Hari ini kita buatkan suratnya, langsung kita layangkan. Besok (AWN) akan kita panggil untuk memverifikasi persoalan PHK buruh itu. (PHK Buruh) Itu kan kita belum ketahui, baru tahu kejadian itu hari ini,” ujarnya. (Devi Krisna)