SERANG – Mediasi antara pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Maualana Yusuf, Ciceri, dengan Pemkot Serang belum menemukan hasil.

Mediasi yang difasilitasi DPRD Kota Serang, Jumat (9/2), Pemkot Serang melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UMKM), tetap menertibkan PKL dan memindahkannya ke eks Terminal Kepandean. Sedangkan PKL, tetap meminta diberi kesempatan untuk berdagang di kawasan stadion.

Para PKL berdalih eks Terminal Kepandean tidak layak ditempati untuk berdagang. Selain tempatnya belum tertata rapi, lokasi tersebut juga sepi pengunjung. Karenanya, pedagang meminta Pemkot memberikan kebijaksanaan agar PKL tetap bisa berdagang di kawasan stadion.

Sejumlah PKL mengaku pernah berjualan di eks Terminal Kepandean tapi tidak laku. Lalu mereka pindah ke Alun-alun Kota Serang, sampai akhirnya dipindahkan lagi ke kawasan Stadion Maulana Yusuf. 

Anggota Komisi I DPRD Kota Serang Ujang Safrudirman mengatakan, penataan PKL sebenarnya bagus agar wajah Kota Serang lebih terlihat tapi. Namun, penertiban harus dibarengi dengan dengan penataan. Hal itu dilakukan agar PKL tidak kehilangan mata pencahariannya. Apalagi, kata Ujang, PKL juga masyarakat Kota Serang yang perlu diberdayakan agar perekonomiannya tidak mati.

Setelah pedagang menyampaikan aspirasinya, Ketua DPRD Kota Serang Namin, yang memimpin mediasi memberi kesempatan kepala Disdagperinkop dan UMKM Ahmad Benbela memberikan tangggapan. Kata dia, penertiban dilakukan sebagai upaya Pemkot mempercantik wajah kota. “Namanya keinginan  boleh saja, tapi kan ada aspirasi kelompok lain (masyarakat di luar PKL) yang juga tidak boleh tersakiti,” ujarnya.

Lagi pula, lanjut Benbela, Pemkot sudah menyediakan tempat di eks Terminal Kepandean. Saat ini, pihaknya sedang melakukan penataan dengan pemasangan paving blok dan beberapa lapak dari rangka baja ringan. Memang belum ideal, tapi dibandingkan stadion, Kepandean kan lebih baik dan strategis,” ujarnya.

Pihaknya menata bukan untuk mematikan ekonomi PKL. Namun, untuk menata agar PKL tetap berjualan tanpa merugikan pihak lain. “Pedagang harus percaya diri. Kita juga ingin PKL itu berkembang, syukur-syukur jadi eksportir. Tampat lain (di kuar Kota Serang) bisa, kenapa kita tidak,” cetus Benbela.

Menurutnya dalam waktu dua bulan ke depan eks Terminal Kepandean sudah tertata rapi. Apalagi, sebagian paving blok sudah terpasang. “Kalau sehari dua hari sepi, tapi nanti juga akan ramai. Karena pembeli pasti akam mengejar apa yang dibutuhkan. Ini cuma butuh waktu saja,” katanya. (Supriyono/Aas)