AKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati menilai bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya melihat sisi gemerlap dari jabatan yang didudukinya. Kesulitan dan kerja keras yang melekat pada jabatan tersebut juga harus dipahami.

“Untuk itulah, sebelum Insinyur Joko Widodo (Jokowi) ini dilantik sebagai Presiden, saya secara khusus mengingatkan, agar jangan melihat istana dari sisi megahnya, dari sisi terangnya saja. Tetapi lihatlah juga sisi gelapnya, kenali lah sisi gelap itu,” tutur Mega dalam pidato politiknya di acara perayaan HUT ke-42 PDIP, Sabtu (10/1).

Dikatakannya, jati diri seorang pemimpin akan terlihat ketika berhadapan dengan kesulitan rakyat yang memaksanya untuk bekerja keras. Menurutnya, pemimpin dengan mata hati pasti akan memilih untuk menyelesaikan masalah tersebut .

Menurutnya, nilai-nilai itu dimiliki oleh Presiden Jokowi. Karenannya, Mega mengambil keputusan memberi mandat kepada Jokowi untuk jadi calon presiden pada pemilu lalu. Sampai sekarang, Mega tidak menyesali keputusan tersebut.

“Prinsip yang selalu saya pegang adalah, ketika Insinyur Joko Widodo ini dengan sungguh-sungguh menyampaikan kepada saya, tekadnya untuk membumikan Pancasila melalui jalan Trisakti. Saya pun kemudian berketetapan untuk memberikan pendampingan dan dukungan secara penuh,” papar putri Proklamator RI, Soekarno ini.

Ia berharap para kader PDIP lain yang telah maupun tengah berproses jadi pemimpin untuk mengikuti jejak Jokowi. Ditegaskannya, hanya dengan mata hati serta ketulusan dan serta rasa cinta kepada negeri, seorang pemimpin dapat dicintai rakyat.

“Tetaplah kokoh di dalam menjaga keteguhan jiwamu, kekuatan hatimu, ketulusan niatmu, semangatmu. Berikanlah semuanya untuk negeri ini, sebagaimana Bung Karno memberikan seluruh jiwa raganya untuk negeri,” tutup istri mendiang Taufik Kiemas itu. (dil/jpnn)