Megawati: Jangan Bayangkan Jadi Pemimpin Itu Enak

KETUA Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sokernoputri menggembleng langsung para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2017.

Megawati mengingatkan agar ketika nanti mendapatkan amanah memenangi pilkada tetap konsisten dan konskuen dalam memperjuangkan ideologi partai. Yakni meningkatkan kemakmuran rakyat di daerah dan menjadi pemimpin yang memegang tinggi integritas dengan tidak melakukan tindakan korupsi.

”Jangan bayangkan jadi pemimpin itu enak yah, hanya ingin cari uang, jadi raja kecil di daerah, akhirnya lupa karena kemilaunya kedudukan dan kekuasaan,” kata Megawati saat menyampaikan pidato pembukaan Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan, di Wisma Kinasih, Depok, Selasa (30/8), seperti dilansir JawaPos.com.

Dalam Sekolah Partai yang diselenggarakan PDI Perjuangan itu, hadir sebagai pemateri di antaranya pengamat politik dari CSIS J Kristiyadi, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, serta Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.

Terdapat 60 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menjadi peserta sekolah yang akan berlangsung sampai tanggal 3 September mendatang.

Saat berbicara bagaimana beratnya menjadi seorang pemimpin, Megawati menceritakan pengalaman hidupnya yang menjadi anak Presiden pertama RI, Bung Karno, kemudian menjadi rakyat biasa ketika Presiden Soeharto, dan ketika menghadapi gonjang ganjing politik pada awal era reformasi dan hingga dirinya menjadi Presiden.

Dengan tantangan yang dihadapi ketika menjadi pemimpin, Megawati berpesan kepada para peserta sekolah partai untuk selalu ingat atas apa yang diperjuangkan dan bagaimana memperjuangkannya.

”Awas nanti lho yah, kalian adalah petugas partai, yang harus memperjuangkan ideologi. Ini saya ingatkan agar kalian tahu, bagaimana kalau ada kepala daerah yang kita usung, sudah kita kerahkan pasukan, menang, kemudian dia pindah, loncat partai seenaknya. Giliran dia kena korupsi, partai yang kena jeleknya. Kalau sudah jadi, tetapi mengkhianati partai, dia korupsi, awas yah,” ungkap Megawati.

Megawati juga memberikan pesan agar ketika terpilih nanti bisa melihat bagaimana potensi daerahnya dikembangkan untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. “Harus melihat, daerah potensialnya itu apa? Tambang itu nanti dulu lah. Makmurkan rakyat dulu bagaimana, banyak kemungkinan untuk itu, yang bisa dilakukan dengan tahapan program. Tugas kalian hanya meningkatkan kemakmuran daerah. Itu tugas pemimpin,” tegasnya.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Sekolah Para Calon Kepala Daerah penting untuk melahirkan pemimpin visioner yang merakyat.

”Sekolah Calon Kepala Daerah ini menjadi bukti keseriusan partai di dalam menyiapkan pemimpin. Materi berkaitan dengan strategi pemenangan pilkada dengan kekuatan gotong royong, tata pemerintahan yang baik, kebijakan pemerintahan pro rakyat, politik anggaran untuk rakyat, dan juga diberikan materi berkaitan dengan tata pemerintahan anti korupsi sebagai cermin wajah etika kekuasaan yang membangun peradaban,” jelas Hasto. (aen/JPG)