Meja dan Kursi SDN Deringo Rusak, Plt Walikota Turun Tangan

Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh melakukan pengawasan di SDN Deringo, Jalan Sunan Kudus, Lingkungan Pekalongan, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Sabtu (9/9) pagi.

CILEGON – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi menjamin kondisi mebel (bangku dan kursi) di sekolah-sekolah di Kota Cilegon tidak semua dalam kondisi rusak. Bahkan untuk memastikan itu, dalam waktu dekat Edi mengaku akan turun tangan memantau ke sekolah.

Ditemui usai Rapat paripurna di gedung DPRD Kota Cilegon, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, kondisi mebel SDN Deringo perlu dilakukan kroscek terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dianggarkan Dinas Pendidikan (Dindik). “Nanti saya mau lihat, dana BOS-nya itu lari kemana. Apakah ke mebel atau kah gedung, atau ke mana. Nanti kita lihat dulu. Kalau dana BOS itu larinya ke gedung, ya tahun depan harus ke mebeler. Gitu ya, jangan gedung saja. Memang ada lifetime-nya kalau gedung diperbaiki, maka akan menambah umur kan. Kalau gedung diabaikan, akan rusak nanti. Jadi gantian nanti, kalau tahun ini gedung, maka tahun depan fokus ke mebeler,” kata Edi kepada awak media, Senin (10/9) siang.

Untuk memastikan kondisi mebel serta fasilitas sarana dan prasarana belajar mengajar di sekolah, ia berjanji akan turun langsung ke lapangan atau melakukan pemantauan. “Saya yakin tidak semua sekolah di Kota Cilegon bangku dan kursinya rusak-rusak. Tapi untuk memastikannya, nanti saya coba turun ke sekolah langsung. Saya juga akan panggil Kepala Dindik biar bareng sidaknya,” ungkap Edi.

Namun demikian, meski ada kerusakan atau kekurangan fasilitas mebel di sekolah, ia menegaskan kepada pihak sekolah agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada siswa. “Tidak ada pungutan. Sekolah tidak boleh melakukan pungutan apa pun. Kalau ada (sekolah) yang mungut, akan ada sanksi yang tegas. Urusan kekurangan mebel atau fasilitas sarana belajar mengajar, nanti pemerintah yang turun,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Syarif Ridwan mengaku prihatin dan miris serta menyesalkan masih adanya mebel sekolah di Kota Cilegon yang rusak. “Dengan anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari APBD, seharunya hal ini (mebeler rusak) tidak perlu terjadi. Masa sekadar beli bangku dan kursi dengan anggaran besar tidak mampu. Harusnya Dindik harus peka dan tahu mana saja kebutuhan yang harus didahulukan. Bangku dan kursi saya rasa salah satu yang penting dan harus didahulukan dan diprioritaskan,” katanya.

Sebagai mitra Dinas Pendidikan, Komisi II mengaku kecolongan dengan adanya temuan sekolah yang mebelernya rusak. “Sebagai abdi masyarakat, corongnya masyarakat, seharusnya kami lebih tahu kondisi di masyarakat. Jujur dan harus diakui, kami saja baru tahu setelah diberitakan media. Komisi II juga harus turun ke lapangan dan jangan hanya terima laporan saja dari dinas terkait,” tandas Politisi PKB ini.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Cilegon Muhtar Gojali hingga berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi. Meski dua nomor ponselnya aktif, tetapi panggilan Radar Banten tidak diangkat. (Andre AP/RBG)