Melalui Kurir, Napi Edarkan Sabu dari Dalam Penjara

Ilustrasi.

SERANG – Seorang narapidana dari Rutan Klas II B Serang dengan inisial BM diduga mengedarkan narkotika jenis sabu meski sedang di dalam penjara. Aksinya tersebut dibantu oleh seorang kurir yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

Hal tersebut terbongkar setelah Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnar) Polda Banten membongkar kasus narkoba tersebut. Kasus tersebut sendiri terbongkar setelah pihak petugas membekuk dua orang tersangka kepemilikan narkoba jenis sabu berinisial AG (28) dan FJ (34), Selasa (19/7) malam.

Saat menjalani pemeriksaan, kedua tersangka mengaku mendapat sabu sebanyak empat paket tersebut dari napi kasus narkoba berinisial BM. Dari keterangan tersangka AG, meski di balik penjara, AG beberapa kali mendapatkan tawaran sabu dari BM melalui telepon.

“Awalnya, AG mengaku menolak tawaran tersebut, karena mengaku ingin berhenti mengkonsumsinya. Tapi karena terus ditawari dan dirayu, akhirnya AG tertarik untuk mengonsumsi. Pengakuan AG, sabu ia beli melalui perantara BM. Kemudian BM menghubungi orang lain yang tidak dikenal AG. Sabu seharga Rp1 juta menurut pengakuan AG belum dibayar. Pembayarannya langsung berhubungan antara AG dan BM,” papar Kasubdit II Ditresnar Polda Banten AKBP Irwansyah, Kamis (21/7).

Menurut penuturan AG, sabu tersebut diambil di dua tempat berbeda. Pertama di Jalan Cipete Kota Serang dan di Jalan Unyur Banten Lama. Setelah sabu tersebut didapat, ia kemudian kemudian membaginya ke empat paket kecil. Tiga paket kecil diserahkan kepada FJ sedangkan satu paket kecil disimpannya. Namun belum juga paket sabu tersebut dikonsumsi keduanya ditangkap petugas.

“Pemeriksaan sementara mereka ini pemakai bukan pengedar. Yang kami amankan pertama AG di daerah Lopang Indah setelah itu baru FJ di Jalan Cipare, Kota Serang. Untuk barang bukti ada empat paket kecil beratnya belum kami timbang,” katanya.

Terkait keterlibatan napi, Irwansyah melanjutkan, petugas menindaklanjuti keterangan dari kedua tersangka tersebut. Operasi penangkapan yang dipimpin oleh AKBP Irwansyah tersebut kemudian bergerak menuju Rutan Klas II B Serang. Namun, saat dipertemukan dengan kedua tersangka, BM membantah terlibat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Rutan Klas II B Serang Ratu Prihartati belum berhasil dikonfirmasi, panggilan telepon awak media tidak direspon oleh Ratu. (Bayu)