Melawan Saat Diamankan, Pelaku Curanmor Ini Dihadiahi Timah Panas

SERANG – Hal alias Bombom terpaksa harus dihadiahi timah panas tepat pada tumit kakinya oleh Tim Unit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Polres Serang. Tindakan tegas tersebut dilakukan karena warga Kampung Ranca Sumur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, ini memberikan perlawanan saat diamankan oleh polisi.

Bombom merupakan salah satu dari tiga tersangka pencurian motor (curanmor) yang berhasil diringkus oleh polisi. Dua tersangka lainnya yaitu MR dan CN satu kampung dengan Bombom.

“Tersangka Bombom terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan saat diminta menunjukkan tempat persembunyian rekannya,” ungkap Kapolres Serang, AKBP Wibowo saat menggelar ekspose di gedung Satuan Reskrim Polres Serang, Jumat (12/5).

Kapolres menjelaskan Tim Jatanras sebelumnya berhasil meringkus Bombom dan MR di rumahnya pada Senin (8/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Tersangka Bombom dan MR merupakan saudara ipar yang tinggal serumah.

Dalam penggeledahan di rumah kedua tersangka, tim yang dipimpin Iptu Shilton ini berhasil mengamankan barang bukti tiga kunci letter T serta tiga unit motor hasil kejahatan.

“Dalam pengembangan, kedua tersangka mengaku telah melakukan aksi curanmor di wilayah Kabupaten Serang. Namun aksinya tidak dilakukan berdua, melainkan dibantu temannya bernama CN,” ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Gogo Galesung dan Paur Humas Iptu Mursidin.

Setelah mendapatkan informasi keberadaan tersangka CN, tim Jatanras, kemudian membawa kedua tersangka untuk menunjukkan lokasi persembunyian CN. Setiba di lokasi penyergapan, saat itulah Bombom terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melakukan perlawanan ketika petugas menyergap tersangka CN saat nongkrong di warung masih di kampungnya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara terpisah, ketiganya mengakui sudah 36 kali melakukan aksi curanmor di sejumlah tempat di Kabupaten dan Kota Serang, Tangerang dan Kota Cilegon. Dari pengakuan ketiganya, petugas kemudian melakukan upaya pencarian motor hasil kejahatan di berbagai lokasi. Berkat bantuan dari tokoh masyarakat, petugas berhasil mendapatkan kembali 28 unit dari 36 motor yang pernah digondol tersangka.

“Baru 28 unit motor yang sudah kita dapatkan dan kini dijadikan barang bukti berikut kunci T yang digunakan sebagai alat kejahatan. Kami berterima kasih kepada tokoh masyarakat yang telah membantu membujuk penadah untuk mengembalikan,” ungkap Wibowo.

Ketiganya dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)