Melihat Al-Quran Berusia Ratusan Tahun di Kampus Al-Khairiyah

0
864 views

CILEGON – Al-Quran yang diperkirakan berusia 262 tahun ditemukan di Perpustakaan Kampus Al-Khairiyah, Kota Cilegon. Dalam keterangan waktunya, Al-Quran tersebut dibuat pada tahun 1176 hijriyah dengan menggunakan tulisan tangan oleh Muhammad Husain Al-Bantani.

Sebelumnya, pihak pengasuh Kampus Al-Khairiyah tidak mengetahui keberadaan Al-Quran yang tampak jilid depannya telah usang itu. Meski telah usang namun setiap tulisannya masih dapat dibaca dengan baik. Penemuan berawal saat pengurus Al-Khairiyah sedang merapihkan perpustakaan.

“Waktu itu saya tidak mengetahui kalau itu Al-Quran, setelah saya cek mulai dari cover atau jilid depan hingga belakang dan ada keterangannya, ternyata itu kitab suci milik umat Islam,” ujar Pengasuh Al-Khairiyah, Alwiyan Qosid Syamun, saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis (27/7).

Kata dia, ada beberapa cara untuk mengetahui kitab tersebut benar ditulis menggunakan tulisan tangan atau tidak dicetak. Pertama dari tiap huruf dalam Al-Quran berbeda kemudian juga dari jenis warna tinta yang tertera.

“Di Al-Quran itu ada keterangan penyelesaian penulisannya. Disitu tertulis dalam bahasa arab bahwa telah selesai setelah waktu Dhuha, kalau kita perkirakan sekitar pukul tujuh sampai dengan pukul 10 pagi, bulan Jumadil Awal. Ini tidak ditulis langsung menurut jam karena dahulu tidak ada jam tapi melihat matahari,” ucapnya.

Alwiyan mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Bantenologi yang berpusat di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Hasanudin Banten untuk menindaklanjuti penemuan Al-Quran berusia ratuhan tahun itu. “Kami sudah berkordinasi dengan pihak Bantenologi agar bisa saling membantu. Pihak Bantenologi pun menyanggupi. Kami hanya tinggal menunggu kejelasannya, karena mereka pula yang pastas untuk meneliti lebih lanjut,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)