Melihat Perubahan Kampung Peserta LRLA 2020

0
483 views
Salah satu tim juri LRLA Kota Serang 2020 saat menilai Lingkungan RT 02 RW 015, Lingkungan Griya Baladika Asri, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Selasa (2/9).

Berkat Swadaya, Lingkungan Jadi Indah

Salah satu tujuan diselenggarakan Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020, munculnya semangat gotong royong warga baik dalam hal membersihkan sampah maupun iuran dana untuk menata lingkungan. Hal itulah yang dilakukan warga RT 02 RW 15, Lingkungan Griya Baladika Asri (GBA), Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan dan lingkungan lainnya di Kota Serang.

Haidar – Serang

Bersih, hijau, dan rapi, itulah kesan pertama saat mengunjungi lingkungan RT 02 RW 15, GBA, Kelurahan Drangong. Di gerbang masuk permukiman yang notabene warganya merupakan pensiunan Kopassus ini, sudah dibangun pos ronda yang alat keamanannya cukup lengkap. Terlihat sejumlah warga sedang gotong royong mencabut rumput, ibu-ibunya pun tampak sibuk menyapu halaman rumah dan menyiram tanaman.

Lingkungan ini tak ubahnya seperti kawasan perumahan berkonsep tropis. Banyak tanaman hijau nan asri di pekarangan rumah, serta berbagai jenis tanaman bunga pun tak kalah indah menghiasi jalan. Hampir di setiap sudut terdapat tong sampah.

Kreativitas warga dalam menata lingkungan pun terlihat dari sejumlah lokasi yang dibuat menjadi spot foto seperti Taman Aje Kendor, serta taman inovasi yang penuh hiasan dari olahan sampah bekas kemasan mineral. Bahkan, warga juga memiliki aula serba guna Baladika yang dibangun dan dikelola secara mandiri oleh warga untuk berkegiatan mulai dari olahraga senam, badminton, hingga rapat perencanaan penataan lingkungan.

Mengusung tema hijau bermanfaat, warga secara swadaya menanam tanaman hijau bermanfaat seperti cabai, tomat, kacang, terong, dan singkong di pekarangan rumah. Bahkan, di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) GBA seluas sekira 15 x 10 meter persegi, warga membuat kebun tanaman obat keluarga (Toga).

Warga sudah melakukan penataan sejak Maret 2020. Sejak ditentukan konsep lingkungan hijau bermanfaat, selain menanam tanaman hijau, warga juga secara swadaya iuran untuk membuat kebun, pemagaran, pengecatan, pos ronda, dan pot-pot di pinggir jalan.

“Partisipasi warga di GBA sangat besar swadayanya juga aktif,” kata salah satu warga GBA Hartoyo kepada Radar Banten, Jumat (25/9).

Meski sebagian besar warga GBA setiap harinya sibuk bekerja, tapi kegiatan gotong royong tetap berlangsung setiap Sabtu dan Minggu. Bahkan, program sistem keamanan lingkungan (Siskamling) pun aktif setiap malam. “Pas ada LRLA, semua program kebersihan dan keamanan lingkungan makin gencar kami jalankan,” ujarnya.

Alhasil, pada saat penilaian tahap pertama dan kedua LRLA Kota Serang 2020, lingkungan ini mendapat hasil maksimal dan tanggapan tim juri cukup memuaskan. Soalnya, warga sudah memenuhi semua masukan serta saran tentang penataan lingkungan dari tim juri. Mulai dari penghijauan, alat kelengkapan pos ronda, dokumentasi foto gotong royong, SK kelompok sadar hukum dan kelompok sadar lingkungan.

Salah satu penggerak pemuda di RT 02, Samita menilai, LRLA merupakan lomba yang mampu meningkatkan kekompakan warga untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik. Terbukti, semua warga  di RT 02 kompak menghias lingkungan. Termasuk ibu-ibu juga selalu mendukung penataan lingkungan dengan memperbanyak tanaman bunga di pekarangan rumah. “Ibu-ibu bikin pot gantung untuk ditanami bunga sebagai hiasan di pekarangan rumah,” ujar Samita.

Lurah Drangong, H Santosa mengatakan, swadaya warga tak hanya berbentuk uang, tapi juga bisa berupa bambu untuk pemagaran, bibit tanaman, pot bunga, cat, alat kebersihan seperti sapu dan tong sampah, ban bekas dan lainnya. “Saya sangat bangga dengan semangat dan kekompakan warga, swadaya dan gotong royong merupakan tradisi yang harus terus kita jaga,” pungkasnya. (*)