Melihat Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Sangiang

Jaga Kestabilan Ekosistem Laut agar Ikan Tetap Hidup

Terumbu karang menjadi pusat ekosistem bawah laut yang melakukan peran ganda. Sebagai area asuhan ikan sebelum besar dan berenang liar di laut lepas serta tempat mencari makan ikan berukuran kecil.

BAYU MULYANA – Serang

Selasa (13/8) pagi, sekira pukul 07.00 WIB, puluhan orang terlihat sibuk di dermaga Green Garden Resort, Anyar, Kabupaten Serang. Ada yang sibuk mempersiapkan alat selam, peralatan snorkling, peralatan keselamatan, sejumlah makanan rebusan yang terdiri dari umbi-umbian, jagung dan pisang, serta memastikan kesiapan kapal.

Dua kapal milik TNI Angkatan Laut serta satu kapal milik Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten tertambat di dermaga milik resor  yang berada tak jauh dari Pasar Anyar.

Gambaran kesibukan itu merupakan persiapan kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Sangiang oleh sejumlah elemen dari TNI Angkatan Laut (AL) Banten, Ditpolairud Polda Banten, Kodim 0623/Cilegon, Polres Cilegon, Basarnas Banten, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Cilegon, dan pelajar.

Dari kumpulan itu terlihat Danlanal Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah, Wadir Polairud Polda Banten AKBP Noer Wiyanto, Dandim Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, dan Kepala Basarnas Banten Zaenal Arifin.

Sebelum bertolak menuju Pulau Sangiang,  semua elemen berkumpul untuk mendapatkan arahan dari Danlanal Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah terkait proses kegiatan transplantasi terumbu karang dan doa bersama-sama.

Sekira pukul 08.30 WIB, setelah semua peralatan yang dibutuhkan telah dimuat ke dalam kapal, dan disusul oleh seluruh peserta transplantasi terumbu karang, berikut awak media, perjalanan menuju Pulau Sangiang pun dilakukan.

Dermaga Green Garden Resort bukan satu-satunya titik keberangkatan tim. Sebagian bertolak ke Pulau Sangiang melalui Dermaga Paku Anyar dan Dermaga Cikoneng. Tim dari Polairud bertolak melalui Dermaga Paku, sedangkan tim dari POSSI Kota Cilegon melalui Dermaga Cikoneng.

Radar Banten berlayar menuju Pulau Sangiang menaiki kapal milik Basarnas Banten. Menggunakan kapal dengan muatan sebanyak 15 orang itu, perjalanan mampu ditempuh selama satu jam.

Tiba di lokasi transplantasi terumbu karang, lima kapal yang membawa tim ditambatkan menggunakan jangkar dan ditempatkan berjajar rapat. Tujuannya agar mempermudah persiapan transplantasi terumbu karang.

Setelah segala persiapan selesai, tim pun langsung menyelam dengan membawa puluhan karang yang sudah tertanam dalam benda mirip beton ke bawah dasar laut dengan kedalaman lima meter. “Kami menggunakan teknis fragmentasi. Yaitu menggunakan patahan karang. Karang itu patah sendiri, patahan-patahan itu kita masukan ke media tadi,” tutur Ketua POSSI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim usai proses transplantasi terumbu karang.

Kata irfan, dalam upaya merehabilitasi terumbu karang bisa dilakukan dengan metode soft dan hard. Metode soft dilakukan secara alami tanpa intervensi manusia, sedangkan metode hard dilakukan dengan intervensi manusia seperti yang dilakukan oleh tim gabungan ini. 

Sebagai komunitas yang kerap melakukan penyelaman bawah laut di Pulau Sangiang, menurut Irfan, kesehatan terumbu karang di perairan itu mulai berkurang karena banyak gangguan seperti jangkar kapal serta sampah plastik yang terbawa arus laut.

Upaya transplantasi terumbu karang merupakan salah satu cara untuk menjaga ekosistem laut di Pulau Sangiang tetap terjaga. Hal bahaya bisa mengancam unsur-unsur laut serta manusia jika upaya pelestarian ekosistem tidak dilakukan.

Transplantasi karang salah satu alternatif pemulihan terumbu karang melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau di tempat yang karangnya telah mengalami kerusakan. Tujuannya untuk pemulihan atau pembentukan terumbu karang alami. “Kalau tidak ada terumbu karang, tidak ada ikan kecil yang diasuh dan menjadi besar, kalau tidak ada ikan besar, manusia mau makan ikan darimana?” papar Irfan.

Upaya lain yang sudah dilakukan adalah dengan memasang jaring waring boy. Jaring itu berguna sebagai batas dan tanda agar para nelayan maupun wisatawan yang berkunjung ke pulau itu tidak menjatuhkan jangkar di area tersebut.

Danlanal Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah menjelaskan, transplantasi merupakan salah satu upaya mengajak sejumlah stakeholder di Banten untuk menjaga kelestarian alam bawah laut. Penanaman terumbu karang  terinisiasi oleh stakeholder yang peduli dengan ekosistem bawah laut. Karena, saat ini  kondisi terumbu karang sudah mulai banyak mengalami kerusakan.

“Terumbu karang banyak yang rusak. Sebelum penanaman ini, kita pernah melaksanakan penyelaman juga, pengecekan, banyak terumbu karang yang rusak. Disitu timbul niat dari teman-teman juga, dari POSSI juga, menyelamatkan itu sendiri,” tuturnya.

Ia berharap, seluruh elemen termasuk masyarakat yang ada di Banten dapat bersama-sama menjaga ekosistem bawah laut. Ia juga mengajak agar seluruh pihak dapat terus mengampanyekannya.

Dimulai sekira pukul 10.00, rangkaian proses transplantasi terumbu karang itu berakhir sekira pukul 12.00 WIB. Tim pun langsung kembali bertolak menuju dermaga masing-masing saat awal pemberangkatan sebelumnya. (*)