Memanas, WH Singgung Korupsi Bank Banten Rano Balas Dengan Polemik Aset Situ Cipondoh

0
540 views

SERANG – Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang berlangsung dan disiarkan langsung malam ini di Metro TV terasa biasa saja pada awalnya.

Debat yang diawali dengan penyampaian visi misi masing-masing calon terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat terasa biasa saja dan berlangsung adem.

Perdebatan baru mulai terasa memanas ketika memasuki sesi dimana masing-masing calon diberikan kesempatan memberikan pertanyaan kepada lawan.

Debat langsung memanas, pada saat Calon Gubernur Banten Wahidin Halim yang mendapatkan kesempatan pertama memberikan pertanyaan pertama kepada Calon Gubernur Banten Rano Karno menyinggung soal kasus suap pada proses pembentukan Bank Banten.

“Ada yang menarik pada saat penyampaian sahabat saya diawal, dimana menyinggung soal masa yang bersih dari korupsi, tapi seperti sudah diketahui publik, ini nyata, sudah ditangkap juga orangya, yaitu kasus Bank Banten,” ujar Wahidin yang ditutup dengan meminta tanggapan kepada Rano Karno.

Dengan menyebut Wahidin sebagai paman, Rano menjawab bahwa Bank Banten yang pembentukannya merupakan amanat RPJMD berlangsung baik-baik saja. Adapun kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan mantan Dirut PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol dan dua anggota DPRD Banten FL Try Satya Santosa dan Hartono merupakan sebuah kecelakaan.

“Bank Bantennya baik-baik saja, Pak Ricky itu bukan Direktur Bank Banten tapi BGD, makanya pelajari terlebih dahulu informasi yang diterima,” ujar Rano.

Jawaban Rano tersebut pun langsung direspon oleh Wahidin. Menurut mantan Walikota Tangerang tersebut menilai kasus OTT tersebut sudah merupakan salah satu bukti adanya kasus korupsi di masa kepemimpinan Rano Karno.

“Saya tanya BGD itu punya siapa? Provinsi kan?” tanya balik Wahidin.

Dengan alasan waktu Komaruddin Hidayat dan Mukhtar Arifin yang memandu debat tersebut harus menghentikan perdebatan antara Wahidin Halim dan Rano Karno, dan memberikan kesempatan kepada pasangan Rano Karno dan Embay memberikan pertanyaan.

Kesempatan tersebut diambil oleh Calon Wakil Gubernur Banten, Embay Mulyasyarif. Kepada pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, Embay menyinggung terkait persoalan aset yang menjadi momok besar penyebab Banten tidak mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten.

“Persoalan aset selalu menjadi masalah utama Provinsi Banten sulit mendapatkan opini WTP, apa yang akan anda lakukan?” ujar Embay.

Wahidin pun langsung menyambut pertanyaan Embay tersebut. Dengan tegas dan lantang Wahidin mengatakan sanggup menyelesaikan persoalan aset tersebut hanya dalam waktu satu tahun.

“Saat saya di Kota Tangerang saya bisa selesaikan persoalan aset,” pungkas Wahidin.

Jawaban tersebut dipatahkan oleh Rano Karno dengan menyinggu Situ Cipondoh. Menurut Rano, Situ Cipondoh di Kota Tangerang, sampai saat ini menjadi salah satu masalah yang sulit diselesaikan.

“Saya dua tahun berusaha keras menyelesaikan persoalan aset, baru selesai 60 persen. Problemnya ada sejumlah berkas aset yang disembunyikan dan itu sulit untuk diselesaikan, salah satu yang belum selesai adalah Situ Cipondoh,” kata Rano.

Mendengar jawaban Rano, Wahidin tidak menanggapi persoalan Situ Cipondoh, namun dengan yakin, Wahidin mengaku bisa menyelesaikan 40 persen sisa persoalan aset. “Tadi kata ponakan saya sisanya 40 persen, ya sudah serahin ke saya, saya yang selesaikan,” ujarnya.

Lagi-lagi karena persoalan waktu debat tersebut harus dihentikan oleh panelis dan beralih ke sesi menjawab pertanyaan langsung dari tiga masyarakat Banten yang sudah disiapkan oleh tim melalui rekaman video.

Untuk diketahui, debat putaran pertama ini sendiri berlangsung kurang lebih selama tiga jam. Debat dibagi kedalam beberapa sesi, seperti sesi penyampaian visi misi, sesi menjawab pertanyaan panelis, sesi masing-masing calon bisa menanggapi jawaban calon lainnya, sesi masing-masing calon memberikan pertanyaan satu sama lain, dan sesi menjawab pertanyaan dari masyarakat.

Untuk debat putaran kedua, KPU Provinsi Banten talah menetapkan pada tanggal 25 Januari 2017 di TV One, sedangkan putaran ketiga pada tanggal 9 Februari 2017 di TVRI. (Bayu)