Memanfaatkan Lahan Tidur dengan Palawija

0
86
Kepala Desa Jambukarya Suherman

TANGERANG – Palawija menjadi pilihan Pemerintah Desa Jambukarya, Kecamatan Rajeg, untuk mengatasi masalah pengairan. Sasarannya tak hanya sawah tadah hujan, tetapi juga lahan tidur. Pilihan tanaman ini sesuai kebiasaan petani sawah hujan setelah masa panen padi rampung.

”Desa ini posisinya lebih tinggi dari aliran kali (irigasi-red) Cisadane Barat, sehingga banyak persawahan yang tidak terairi. Untuk itu, kami akan menggiatkan petani untuk menanam palawija, yakni timun, bayam, dan lainnya,” ungkap Kepala Desa Jambukarya Suherman di ruang kerjanya kepada Tim Saba Desa Radar Banten.

Suherman menuturkan, palawija itu akan disebar di lahan tidur di Desa Jambukarya seluas tiga hektare. Untuk merealisasikannya, Suherman akan meminta penyuluhan tentang tanaman palawija kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang. Sehingga, petani di desanya tak hanya menanam padi ketika musim hujan tiba. Tetapi, juga bisa bertani palawija saat kemarau.

”Proses pertumbuhanya cepat. Cara tanamnya juga mudah, dan pemasarannya juga sangat luas ke berbagai pasar. Misalnya, ke pasar terdekat, ke Pasarkemis atau bahkan ke pasar Balaraja,” tutur Suherman.

Di bidang pembangunan infrastruktur, terutama jalan, Pemerintah Desa Jambukarya akan memfokuskan programnya pada jalan-jalan di pelosok desa. Terutama, jalan yang belum tersentuh pembangunan pada 2018.

Alhamdulillah, pembangunan infrastruktur di 2018 cukup baik. Yakni, pembangunan jalan dengan paving block dan SPAL (saluran pembuangan air limbah-red) di dua puluh titik yang tersebar di desa ini. Dan 2019, akan kami optimalkan lagi,” tegas Suherman.

Pemerintah Desa Jambukarya juga memiliki program pemberdayaan masyarakat. Di desa dengan luas wilayah 441 hektare itu, pemerintah desanya akan membentuk kelompok peternak ayam. Serta, menggelar pelatihan menjahit keset bagi kaum perempuan di Desa Jambukarya.

”Ternak ayam sudah berjalan dengan kapasitas seribu ekor, dan sudah beberapa kali panen. Semoga bisa terus berjalan. Ke depan, mungkin usaha tersebut akan menjadi salah satu pilihan badan usaha milik desa (BUMDes) dan usaha-usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Suherman.

Desa Jambukarya memiliki jumlah penduduk 7.425 jiwa, dengan laki-laki 3.705 orang dan perempuan 3.720 orang. Daerah perbatasannya, sebelah Barat dengan Desa Bumiayu di Kecamatan Sukamulya, sebelah Utara dengan Kecamatan Kemiri, sebelah Timur dengan Desa Daon di Kecamatan Rajeg, dan sebelah Selatan dengan Desa Badakanom di Kecamatan Sindangjaya. (pem/rb/sub)