Memasyarakatkan Bola Tangan di Tangerang

Pengcab ABTI Kabupaten Tangerang memeragakan permainan olahraga bola tangan kepada siswa SMKN 9 Kabupaten Tangerang, Kamis (31/1).

TANGERANG – Sosialisasi cabang olahraga bola tangan ke masyarakat jadi misi besar Pengurus Cabang (Pengcab) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kabupaten Tangerang.

Untuk mewujudkan misinya itu, ABTI Kabupaten Tangerang telah menyambangi 15 sekolah untuk mengenalkan bola tangan kepada para pelajar. Nanti bukan hanya menyasar siswa, rencananya sosialiasi berlanjut ke perguruan tinggi.

“Kita punya program goes to shool dan goes to campus di tahun ini sebagai bagian menyosialisasikan olahraga bola tangan. Target kami untuk sekolah ada 20 sekolah dan sepuluh kampus. Untuk sekolah, sudah jalan. Kalau untuk kampus, baru akan kami mulai pada Februari nanti,” kata Wakil Ketua Pengcab ABTI Kabupaten Tangerang Rika Atia, Kamis (31/1).

Disadari Rika, olahraga bola tangan belum populer bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Sosialisasi secara gencar adalah solusi untuk mengenalkan sekaligus menjaring calon-calon atlet muda.

“Kami ingin atlet Tangerang bisa mendominasi kekuatan bola tangan di Provinsi Banten. Jadi, bisa tampil di ajang seperti kejurnas baik level junior hingga senior. Ujungnya kami harap atlet Kabupaten Tangerang bisa membela Indonesia di level internasional,” harap Rika.

Dikatakan Rika, Kabupaten Tangerang telah memiliki atlet bola tangan di berbagai tingkatan. Namun, regenerasi atlet sangat dibutuhkan. Untuk mencetak atlet dan prestasi, butuh proses yang tidak sebentar.

“Saya percaya bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. Kita menanam dahulu sehingga pada waktunya sudah bisa memetik hasil,” jelas Rika.

Ketua Umum KONI Kabupaten Tangerang Komarudin mengapresiasi langkah yang dilakukan ABTI. Sosialisasi tersebut perlu sebagai upaya mengajak generasi muda berolahraga. Semua cabang olahraga di bawah KONI Kabupaten Tangerang diharapkan meniru langkah ABTI. “Tentunya saya sangat mendukung sosialiasi itu. Karena nantinya bisa menjadi pembinaan rutin, terhadap anak yang tertarik untuk bergabung sebagai atlet bola tangan. Menurut saya, ini langkah bagus melahirkan calon-calon atlet baru yang berprestasi,” kata Komarudin. (Riko/RBG)