Membaca Alquran Kuatkan Imunitas Tubuh

0
664 views

Oleh: Wari Syadeli,M.Si

Pengajar Alquran bagi Guru Pengabdian di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Cilegon, Anggota Satgas Covid-19 MUI Banten dan Kepala Departemen Litbang FSPP Banten

Kita pernah mendengar tentang “gen” tapi sedikit yang menyadari bahwa gen adalah mukjizat dan karunia yang Allah berikan pada makhluk hidup termasuk manusia. Di dalam tubuh manusia terdapat triliunan sel dan pada tubuh orang dewasa rata-rata sekitar tujuh puluh triliun sel.
Gen terletak di nukleus (inti sel) yang berada di pusat sel. Makhluk mikrobiologi ini sangatlah kecil, di setiap tubuh kita memiliki gen tersendiri dan gen menjalankan fungsi sesuai keberadaanya seperti gen jantung mengendalikan sel jantung. Semua organ di dalam tubuh manusia dibangun dengan perencanaan yang digariskan oleh gen, belum ada komputer canggih yang mampu menandingi gen, sebuah rancangan yang luar biasa yang hanya Allah sajalah yang kuasa menciptakannya. Ketika seseorang mengalami stres tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang lebih banyak dari biasanya. Saat itulah sel mengendalikan hormon kortisol agar dapat diproduksi secara terus menerus, hal ini dapat menurunkan produksi sel pertahanan tubuh dan ini dapat mudah terserang penyakit akibat virus dan sebagainya.

Disaat kondisi jiwa seseorang dalam keadaan senang dan gembira, tubuh kita menginstruksikan kelenjar adrenal menekan produksi hormon kortisol. Kemudian gen mengambil peran untuk melakukan tugas ini dengan mengendalikan reaksi kimia pada kelenjar adrenal yang memproduksi hormon kortisol agar produksi hormon bisa dikurangi. Setiap perubahan kondisi biologis dalam tubuh manusia ada peran gen. Semua perubahan terjadi akibat perintah gen. Bertambah panjangnya kuku dan rambut, mengantuk, lapar dan sebagainya dikendalikan oleh gen. Artinya dengan mengubah gen maka kita dapat mengubah hidup.

Wabah covid-19 berdampak pada sosial ekonomi juga penurunan pendapatan memicu stres bagi semua orang. Untuk itu hendaknya kita berbaik sangka, berdoa dan berharap pada Allah juga senantiasa membaca dan mentadaburi Alquran sambil mengambil hikmah semua ini. Membaca Alquran apalagi sambil memahami maknanya membuat jiwa kita lebih tenang. Hati tenang adalah jalan kebahagiaan serta mengarahkan pikiran kita berpikir positif. Kita dapat mengendalikan gen dengan menjaga suasana hati kita tertuju hanya pada Allah yang diliputi kegembiraan, optimisme dan berpikir positif. Seorang Muslim memiliki keyakinan yang kuat akan hadirnya kehidupan akhirat, juga meyakini bahwa ujian adalah jalan menaikan derajat dan ketakwaan. Sikap positif ini baik bagi tubuh seseorang dan menekan hormon kortisol yang berdampak negatif pada seseorang.

Bila seorang muslim selalu memiliki hubungan dekat dengan Allah (Idrak Sillah Billah) senantiasa menjaga keyakinannya pada Allah secara konsisten berinteraksi dengan Allah (membaca Alquran dan mentadaburinya) sudah pasti jiwanya tenang. Ia meyakini segala sesuatu yang terjadi di dunia terjadi atas kuasa Allah termasuk wabah covid-19 dan meyakini bahwa Allah yang Maha Kuasa, tidak ada kekuasaan lain yang melampaui kekuasaan-Nya. Sikap rela hati seorang muslim menerima ujian wabah covid-19 adalah sikap terbaik baik saat mendapatkan ujian atau saat mendapatkan kenikmatan.

Para sahabat Nabi bergetar jiwanya saat mendengar ayat Alquran dibacakan seperti yang terjadi pada Umar bin Khattab. Karena itulah Rasulullah Saw menasihati kita agar senantiasa membaca Alquran bahkan janji pahala bagi pembaca Alquran dibalas dengan balasan yang besar di dunia Allah akan berikan ketentraman hati, ketajaman logika dan hati kita tercerahkan oleh cahaya Allah. Rasulullah Saw bersabda :

Allah SWT berfirman, “Siapa yang disibukan oleh Alquran sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, akan Aku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang Aku berikan kepada orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah terhadap seluruh kalam selainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap seluruh mahluk-Nya” (Hadits Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Alquran memiliki pengaruh yang mengagumkan bagi jiwa semua orang yang mendengarkannya baik ia seorang muslim ataupun bukan. Membaca Alquran tentu baiknya dibaca tartil dengan memperhatikan tempat keluarnya huruf, sifat dan hukum membacanya. Hal ini mendorong penguatan makna dan melibatkan emosi positif. Saat saya belajar Alquran pada seorang ulama Quran KH. Jahidi Karim beliau menasihati saya untuk membaca Alquran dengan melihat kitab Alquran secara langsung dengan mata walaupun kita hafal. Saat itu saya menyimpan pertanyaan kenapa mesti membaca secara langsung?

Seiring waktu berjalan saya memahami hikmah tersebut bahwa secara neurofisiologi saat membaca Alquran dengan lisan secara tartil dan memahami maknanya, organ tubuh yang pertama bekerja adalah organ mata. Cahaya huruf Alquran tertangkap kornea, humor aquoeos dan lensa (media refrakta) melalui proses refraksi akan difokuskan menuju satu titik utama di retina. Dari retina diolah menjadi impuls saraf berjalan ke belakang melalui nervus opticus. Dari nervus inilah impuls saraf ini diterima oleh talamus dan akhirnya dilanjutkan ke otak, tepatnya di korteks penglihatan. Di mana korteks penglihatan terletak di lobus temporalis, setelah itu diteruskan ke area wernicke (area yang berfungsi untuk berpikir) setelah itu disalurkan ke area prefrontal sebagai daerah penting untuk proses berpikir.

Membaca Alquran sambil memahami maknanya menjadi impuls (rangsangan) yang masuk ke dalam otak terutama amigdala (pusat emosi), hipokampus (pusat ingatan emosional), dan are prefrontal (pemaknaan peristiwa) akan semakin banyak. Bacaan Alquran secara tartil memberikan kesan mendalam, menenangkan jiwa dan hati dan mengintruksikan kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal), menekan tumbuhnya hormon kortisol yang berdampak buruk bagi tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh. Dengan menurunnya produksi hormon kortisol maka produksi sel pertahanan tubuh tidak terganggu dengan pertumbuhan sel pertahanan tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh seperti Imunoglobulin yang dapat melawan virus jahat Rapid Test biasanya IgG dan IgM akan muncul setelah hari ke-7.

Pada pasien covid-19 memang belum ada obat dan vaksinnya tapi Allah punya kuasa menciptakan dokter dalam tubuh kita yang disebut dengan antibodi. Virus apa pun yang datang akan dilawan oleh pasukan antibodi yang telah Allah karuniakan pada tubuh manusia

Memang tatalaksana penanganan pasien terkonfirmasi positif saat ini yang berjalan adalah memperkuat daya tahan tubuh pasien dengan pemberian Vitamin-C dosis tinggi, menjaga stamina dan dorongan moral bagi mereka. Salah satu cara mengontrol kesehatan jiwanya tidak sedikit pasien positif covid mengakui menjalaninya dengan membaca Alquran. Semoga Allah selamatkan kita dari wabah covid-19 dan kita umat Islam dapat mengambil hikmah atas kejadian dan meningkatkan konsistensi kita dalam membaca dan mentadaburi Alquran. Wallahua’lam bis shawab. (*)