Membandel, PKL Depan Nikomas Buka Lapak Baru

0
574 views

KIBIN – Pedagang kaki lima (PKL) yang sempat ditertibkan November lalu, sekarang mulai terlihat kembali melakukan aktivitas di ruas Jalan Raya Serang-Jakarta, tepatnya di depan PT Nikomas Gemilang, Desa Tambak, Kecamatan Kibin. Keberadaan PKL dipastikan akan kembali membuat kemacetan.

Camat Kibin Raden Lukman Harun merasa kaget ketika melihat para PKL mulai berjualan di lokasi terlarang bekas penertiban. Para PKL biasa melakukan aktivitas berjualan pada sore hari dan mulai beraktivitas sejak dua pekan lalu. “Saya sudah lihat tapi sore. Kurang tahu mulai (PKL berjualan-red) kapan,” ujar Lukman kepada Radar Banten, Rabu (14/12).

Kata Lukman, para pedagang kembali berjualan lantaran sudah menjadi kebutuhan dan tidak memiliki tempat lagi untuk berdagang. Oleh karena itu, untuk menghindari para PKL kembali, bergantung kepada proses pemeliharaan dan pengendalian berkelanjutan.

Lukman mengaku, sudah sempat melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Serang. Hal itu dilakukan lantaran pihaknya tidak bisa melakukan penindakan secara langsung. Sebagai bagian dari perangkat daerah, pihaknya memiliki fungsi untuk mengoordinasikan hal itu. “Walaupun kemudian bermunculan lagi,” katanya.

Lukman berharap, untuk menangani hal itu pembangunan taman bisa segera diselesaikan. Sebab Nikomas yang sebelumnya mengatakan akan membuat taman secepatnya, tetapi hingga saat ini baru membangun pagar. Kemudian dirinya berharap Satker pusat yang pada waktu itu ikut melakukan penertiban dan telah berkoordinasi akan melaksanakan kegiatan dan membuat program seperti JPO dan trotoar pada awal 2017 agar bisa diberikan kepastian. “Dengan adanya langkah kegiatan di situ, bisa dijadikan untuk kejelasannya. Pemda tidak menganggarkan karena itu bukan kewenangan pemerintah kabupaten, tetapi kewenangan pusat. Inilah yang saya maksud seharusnya di dalam program penertiban ini supaya berkelanjutan maka harus bersinergi,” tuturnya.

Menurutnya, ketika Satpol PP melakukan penertiban PKL di samping kiri dan kanan jalan, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait perlu mengurus hal lain dan segera melakukan program. Selain itu, Disperindagkop ikut serta dan diharapkan membina PKL agar tidak melanggar. “Pada akhirnya memang kalau mereka membandel dan kembali maka kepada Satpol PP untuk mengambil langkah penertiban lagi,” katanya.

Kepala Seksi Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Serang Acep Pelita Jaya mengatakan, selama ini pihaknya kerap melakukan kontrol di lokasi tersebut. Ia berkilah bahwa para PKL memang ada hanya pada sore hari. Sedangkan siang hari, tidak ada yang berjualan. “Kalau kontrol terus dilakukan selama ini,” kilahnya.

Namun, dengan ada laporan, Acep dan tim segera melakukan penertiban sehingga para PKL tidak menggunakan bahu jalan menjadi tempat berjualan. Pihaknya pun berharap ada dukungan dari pemerintah desa untuk membantu memberikan peringatan kepada para PKL. “Nanti kita razia lagi, soalnya sulit kalau tidak seperti itu,” katanya. (Shogir/Radar Banten)