Membangun Taman di Tempat Sampah dan Dolbon

0
574

BAROS – Luar biasa. Sebuah taman dibangun di atas lahan 900 meter persegi. Taman ini tidak hanya untuk membuat kampung jadi indah, tapi lebih kepada upaya mengubah perilaku buruk warganya. Sebab, taman dibangun di lahan pembuangan sampah dan tempat buang air besar (BAB) sembarangan alias dolbon (modol di kebon).

Pembuatan taman itu sesuai kesepakatan hasil musyawarah warga RW 02, Kampung Ranca Kareo, Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, menindaklanjuti Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020. Untuk memindahkan tumpukan sampah di lahan tersebut, warga sampai butuh 15 unit mobil bak.

“Awalnya, tumpukan sampah di sana diperkirakan sudah setinggi satu meter, perlu 15 mobil bak terbuka untuk membuang semua sampah itu. Selain bau karena sampah, banyak juga anak-anak yang dolbon di tempat itu. Makanya, sudah sangat tidak layak. Sekarang, walau pembuatan (taman-red) belum selesai, hasilnya sudah mulai terlihat. Kami, perangkat desa, sepakat menamakannya Taman Terpadu Kampung Koela,” tutur M Darso, Kepala Desa Sinarmukti.

Menurut Darso, penyebutan taman terpadu karena warga tidak hanya membuat sebuah taman bunga. Di area taman ini, ada taman baca, taman bermain, dan spot foto.

“Jadi di satu kawasan taman itu ada tempat bacanya, mainan anaknya, sama tempat foto,” tegasnya.

Ketua RT 03 RW 02 Rusdi menambahkan, pembuatan taman terpadu itu dilakukan warga setelah mendapatkan izin dari pemilik lahan. Menurutnya, izin diberikan karena pemilik lahan juga tidak ingin lahannya dijadikan tempat membuang sampah dan untuk dolbon.

“Tanaman di taman ini semuanya hasil swadaya warga, makanya isinya sangat bervariasi. Ada bunga, sayuran, hingga apotek hidup,” terang Rusdi.

Lingkungan kampung ini juga ditata. Warga sudah selesai melakukan pemagaran dan penghijauan di sepanjang jalan. “Kami tinggal menyelesaikan Taman Terpadu Kampung Koela, sama pos PKK. Kalau pos ronda kami sudah lengkap peralatannya,” tutup Rusdi. (rio/don)