Menag Lantik Fauzul Iman sebagai Rektor UIN Banten

0
2.099 views
Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan ucapan selamat kepada Fauzul Iman yang didampingi Fatimah (istrinya) usai pelantikan di kantor Kemenag RI, Jakarta, Jumat (28/7).

JAKARTA – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin melantik Prof Dr H Fauzul Iman MA sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten masa jabatan 2017-2021 di kantor Kementerian Agama RI Jakarta, Jumat (28/7).

Pelantikan Fauzul dilakukan bersamaan dengan lima pemimpin perguruan tinggi agama Islam negeri (PTKIN ) lainnya yang statusnya meningkat menjadi UIN, dan pemimpin PTKIN yang baru terpilih.

Pelantikan antara lain dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam dan para PTKIN. Sementara dari UIN Banten yang hadir antara lain Wakil Rektor I Encep Syarifuddin, Wakil Rektor III Suadi Saad, Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Keuangan Mamat Rahmatullah, dan Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Eneng Mushlihah.

Saat memberikan sambutan, Menag menegaskan bahwa di pundak para pemimpin perguruan agama Islam negeri yang dilantik hari ini, pemerintah menitipkan kepercayaan sekaligus mengharapkan untuk memimpin, mengelola, dan memajukan perguruan tinggi ini menjadi perguruan tinggi unggulan. Perubahan status perguruan tinggi menjadi UIN, IAIN, STAIN bukanlah klimaks sebuah agenda perubahan, melainkan langkah awal menata perguruan tinggi yang lebih baik, baik secara administratif maupun infrastrukturnya.

“Peran pemimpin perguruan tinggi sangat penting untuk men-drive, memandu segala aspek yang ada sehingga tercipta lingkungan kampus yang kondusif demi perkembangan kualitas institusi dan penguatan tradisi akademik, terutama penelitian dan pembinaan kemahasiswaan. Perguruan tinggi Islam juga diharapkan berperan dan berkontribusi nyata dalam penguatan wawasan kebangsaan terhadap anak-anak bangsa yang akan mewarisi masa depan,” ungkap Menag.

Menurutnya, perkembangan PTKIN telah memasuki gelombang kedua. Ia menggunakan istilah gelombang ekspansi dengan maksud untuk mengartikulasikan dinamika dan proses yang berlangsung. “Kenapa saya menyampaikan hal ini, untuk mengingatkan saudara-saudara sekalian dan tentu kita semua bahwa segala capaian yang hari ini boleh kita banggakan dan kita syukuri adalah merupakan sebuah mata rantai keberhasilan masa lalu, masa kini dan masa datang. Perkembangan UIN, IAIN dan STAIN merupakan karya dan perjuangan lintas generasi, milik semua generasi, dan semua golongan yang ada di dalamnya,” ungkap Menag.

Saat ini, lanjut dia, sudah bediri 56 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), dan 17 di antaranya sudah bertransformasi menjadi UIN. Begitu pula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang ditingkatkan statusnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) cukup banyak, termasuk dibeberapa provinsi yang baru dibentuk.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan kepada para pemimpin perguruan tinggi Islam yang akan membuka fakultas dan program studi umum agar tetap memperhatikan nilai-nilai keislaman. “Walaupun PTKIN dibuka fakultas dan program studi umum, saya minta karakteristik pendidikan tinggi keagamaan harus tetap memberi warna,” ucap ungkapnya.

Menag meminta perhatian Rektor UIN IAIN dan Ketua STAIN untuk mengarahkan seluruh civitas akademika agar tetap istikomah melaksanakan misi besar yang dibawa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri sejak lahirnya. Oleh karena itu, di tengah perkembangan yang pesat saat ini, fakultas-fakultas agama Islam dan pengembangan disiplin ilmu – ilmu keislaman perlu terus dikembangkan dan diperkuat sebagai mainstream perguruan tinggi keagamaan Islam.

Pendidikan keagamaan yang dikelola di lingkungan Kementerian Agama, Menag menekankan, harus mampu memberikan dasar-dasar yang kokoh bagi pembentukkan generasi umat dan bangsa yang beriman dan bertakwa, sebagai landasan pembentukkan karakter bangsa. Dalam kaitan ini, membangun moral, karakter, dan akhlah addalah sesuatu yang amat berat. Namun hal itu menjadi bagian dari tugas lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan keagamaan.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Dr H Fauzul Iman MA mengucapkan syukur alhamdulillah telah dilantik menjadi rektor. Setelah pelantikan ini masih ada agenda yang akan dilakukan seperti melakukan pembinan dan penataan tata kelola kelembagaan yang lebih baik lagi.

Fauzul juga menyambut apresiatif pesan yang disampaikan Menag, seperti peningkatan kualitas kelembagaan. “Ya tentu, kita akan lebih maju lagi. Kita juga akan melakukan perubahan perubahan nomenklatur sesuai yang dibutuhkan,” ungkap Fauzul. (Aas Arbi)

Sekjen Kemenag Nur Syam (kelima dari kanan), Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Fauzul Iman (keempat dari kanan), dan pemimpin PTKIN yang dilantik.

Pemimpin PTKIN masa jabatan 2017-2021 yang dilantik Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag RI, 28 Juli 2017:

1. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Abd Haris, M.Ag
2. UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag
3. UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. H. Akhmad Fauzi Aseri, MA
4. Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Dr. H. Fauzul Iman, MA
5. Rektor UIN Mataram Nusa Tenggara Barat Dr. H. Mutawalli, M.Ag
6. Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dr. Eka Putra Wirman, MA
7. Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Dr. H. Hadri Hasan, MA
8. Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin, M,M.Ag, M.H
9. Ketua STAIN Kudus Dr. Mundakir M.Ag
10. Ketua STAIN Watampone Sulawesi Selatan Prof. Dr. Andi Nuzul, SH, M.Hum