Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

JAKARTA – Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang menarik perhatian publik akhir-akhir ini dianggap Kementerian Agama (Kemenag) dianggap sebagai masalah sosial yang mengancam tatanan kehidupan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, fenomena LGBT ini sangat mengancam tatanan kehidupan beragama, ketahanan keluarga, dan kepribadian bangsa, serta, menjadi ancaman potensial bagi sistem hukum perkawinan di Indonesia. Selama ini Indonesia tidak membenarkan perkawinan sesama jenis.

Atas persoalan ini, Lukman Hakim Saefuddin meminta lembaga keagamaan mencari dan menggali akar penyebab seseorang menjadi LGBT. Dari sana akan dapat diketahui cara penanggulangan terhadap pengidap LGBT yang berbasis pendekatan agama dan ilmu jiwa. “Mayoritas masyarakat Indonesia memang menolak legalisasi komunitas LGBT. Sejumlah organisasi keagamaan pun telah menyampaikan pernyataan sikap menolak LGBT,” ujar Lukman Hakim di Kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/2), seperti dilansir JawaPos.com.

Kendati demikian politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap para individu yang terindikasi LGBT tidak dimusuhi dan dibenci sebagai warga negara. “Kita juga tidak membenarkan dan membiarkan gerakan LGBT menggeser nilai nilai agama dan kepribadian bangsa,” sambungnya.

Lebih jauh dia mengatakan, salah satu upaya mengantisipasi masalah LGBTyang mengancam generasi penerus bangsa yakni dengan memperkuat fungsi keluarga sebagai fondasi ketahanan masyarakat dan bangsa.

Kemenag pun mendorong upaya penguatan lembaga keluarga sebagai benteng pertahanan. Salah satu caranya dengan mengembangkan optimalisasi kursus pra nikah bagi pasangan-pasangan yang mau menikah, konsultasi dan pembimbingan bagi keluarga, dan usaha mediasi bagi problem-problem keluarga. (JPG)