Menang Lawan Pemkot Cilegon di Pengadilan, Warga Korban Gusuran Sujud Syukur

0
68

CILEGON – Puluhan warga Cikuasa Pantai dan Keramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon sujud syukur di Masjid Agung Kota Cilegon, Rabu (20/12). Mereka sujud syukur karena telah memenangkan pengadilan melawan Pemkot Cilegon terkait kasus pengusuran bangunan tahun 2016 lalu

Evi Silvi Sofawi Haiz, kuasa hukum warga korban gusuran tersebut tampak mendampingi di Masjid Agung Cilegon. Evi mengungkapkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang telah membacakan putusan peristiwa pembongkaran rumah warga yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon terbukti merupakan perbutan melawan hukum.

“Jadi ada pertimbang-pertimbangannya. Karena itu tanah PT KAI jadi yang berhak membongkar itu PT KAI. Kemudian ada kontrak yang masih hidup sampai Desember 2016. Kemudian ada pernyataan dari PT KAI bahwasanya PT KAI melindungi yang kontraknya masih hidup,” ujarnya.

Dalam sidang yang telah berlangsung itu, Evi menuturkan Majelis Hakim memutuskan agar Pemkot Cilegon memberikan ganti rugi kepada para penggugat korban gusuran itu dengan nilai yang bervariatif.

“Kepada 241 penggugat sebenarnya gugatan dikabulkan dari 800 ribu sampai 400 ribu permeter persegi. Akan tetapi karena batas-batasnya telah hilang Majelis Hakim merumuskan permanen 800 dikalikan jumlah luas bangunan dikalikan setengah. Non permanennya 400 ribu dikalikan setengah,” ujarnya.

Kemudian ada dua bangunan milik penggugat yang mendapatkan ganti rugi berbeda. Juga dengan 239 penggugat lainnya. “239 penggugat itu mendapatkan ganti rugi sebanyak 25 juta rupihan. Dan dua bangunan itu mendapatkan 30 juta rupiah lebih,” katanya.

Ia mengaku sujud syukur yang dilakukan oleh warga gusuran merupakan tanda bersyukur kepada tuhan atas hasil keputusan pengadilan. “Ini wujud pertolongan Allah kepada kita. Semula warga Cikuasa itu tidak ada ada apa-apanya, tapi ternyata disitu terlihat bahwa warga memiliki hak dan harus dihargai haknya,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)