Menara Selfie di Kaki Gunung Karang, Pesona Hijau Terhampar yang Menghipnotis

Pesona keindahan alam di Provinsi Banten memang tak ada habisnya. Setelah ditemukannya wisata Negeri di Atas Awan, di Citorek, Kabupaten Lebak, kini muncul objek wisata Menara Selfie di kawasan Curug Remis Cibuang, di kaki Gunung Karang.

HERMAN SAPUTRA – Pandeglang

Kamis (14/11) pagi, Radar Banten mencoba menelusuri potensi keasrian alam yang dimiliki Kabupaten Pandeglang. Konon daerah berikon badak bercula satu itu dijuluki surganya para wisatawan yang berada di ujung barat Pulau Jawa. Salah satunya ditemukan wisata swafoto di Kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari.

Objek wisata itu menjadi buah bibir hingga perbincangan warga di sejumlah akun medsos lantaran memiliki daya tarik tersendiri.

Perjalanan menuju wisata Menara Selfie cukup menguras energi, menantang, tapi sulit dilupakan. Letaknya di Curug Remis Cibuang di atas ketinggian 940 meter dari permukaan laut. Menuju lokasi tersebut bisa ditempuh melalui beberapa jalan alternatif. Di antaranya melewati pintu masuk ruas Jalan Mohamad Idrus Cihaseum, Kelurahan Pandeglang-Gunung Karang. Satu lagi melewati ruas jalan Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung-Gunung Karang, dan juga bisa melewati pintu masuk gapura Yonif 320 Cadasari-Gunung Karang. Pada tiga ruas jalan itu sama sama memiliki jarak tempuh sejauh belasan kilometer.

Tidak ada pilihan lain, Radar Banten terpaksa melewati Kelurahan Juhut menuju kaki Gunung Karang tersebut, dengan melewati jalan terjal dan bebatuan runcing. Kalau tidak berhati-hati bisa membahayakan keselamatan jiwa, akibat terperosok, apalagi dengan kondisi kanan dan kiri tebing pegunungan. Ke lokasi itu baiknya menggunakan kendaraan sepeda motor agar tidak terlalu berisiko ketimbang menggunakan mobil.

Tiba di ujung permukiman warga Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, wisatawan terpaksa harus berjalan kaki menuju Menara Selfie sejauh 300 meter dengan tanjakan kemiringan 40 derajat.

Rasa lelah perjalanan itu mulai hilang setelah disambut sejuknya alam, serta irama satwa liar, mulai dari kera hingga burung berkicau.

Sebelum tiba di Menara Selfie, di lokasi itu ada air terjun yang disebut Curug Remis Cibuang. Namun sayangnya, lantaran kemarau curug itu tidak seaktif pada musim penghujan.

Setiba di lokasi menara yang terbuat dari bambu itu, para pengelola yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menyambut baik kedatangan Radar Banten.

Anggota LMDH Yayan Suryaman menerangkan, wisata alam yang dibangun akhir 2018 itu masih serba keterbatasan. Mulai dari akses lalu lintas, juga termasuk sarana swafoto yang utama masih terbuat dari bambu. Fasilitas yang ada saat ini merupakan karya masyarakat setempat dan diyakini bakal menjadi sumber kehidupan.

Yayan berharap, adanya objek wisata itu bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat dan untuk mengurangi para pelaku perambah hutan yang membuat gundul Gunung Karang.

Ia bersama para penggagas wisata itu meyakini keindahan kaki Gunung Karang tiada tara jika menjadi fokus penataan pihak pemerintah. Sehingga, bakal menjadi magnet bagi para wisatawan. “Beh lamun bener-bener ditata mah, Kang, kami yakin Puncak nu aya di Bogor geh bisa kalah. (Mereka yakin kalau dilakukan penataan secara serius oleh pemerintah bisa mengalahkan puncak Bogor,” kata Yayan, sambil mengajak naik ke Menara Selfie.

Menara yang terbuat sederhana dengan bahan bambu itu memiliki ketinggian tujuh meter dan lebar enam meter persegi. Dibangun dan didirikan di atas tanah milik Perhutani.

Terlihat para remaja bergantian ingin menaiki menara tersebut, lantaran pengelola hanya menyarankan lima sampai sepuluh orang saja untuk kapasitas di atas menara. Siapa saja berada di atas menara itu pasti terhipnotis akibat terpesona keindahan alam yang sangat memukau. Sehingga, wajar diyakini dapat menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru.

Jika melihat ke bawah, pepohonan hijau terhampar diselimuti sejuknya suhu pegunungan. Dari titik itu juga bisa memandang pusat perkotaan Pandeglang dan sejumlah kota di Provinsi Banten.

Melihat para pengunjung seperti banyak yang terkesima, ada yang teriak bahagia, dan ada yang tetap fokus memandang hamparan alam.

Remaja asal Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Maesaroh misalnya, ia mengaku baru pertama menaiki Menara Selfie. Ia pun merasa kagum atas keindahan alam yang dimiliki Pandeglang. “Sebetulnya kita enggak mesti jauh-jauh, di sini kita cukup untuk liburan,” katanya. (*)