Menderita Insomnia, Pemulung Gantung Diri

0
604 views
ilustrasi (net)

TANGSEL – Warga Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendadak heboh. Ini setelah aksi gantung diri Dudik, warga Jalan Swadaya, RT 03 RW 02, Kelurahan Pamulang Barat, Senin (20/2) sekira pukul 09.00 WIB diketahui warga.

Jasad Dudik kali pertama ditemukan oleh istrinya, Wiji. Jasad pria 51 tahun tersebut tergantung di kamar mandi. Korban merupakan pemulung. “Saya pulang (jasad Dudik-red) sudah ada di kamar mandi dengan posisi menggantung,” kata Wiji kepada polisi.

Dari penuturan Wiji, sebelum tewas gantung diri, Dudik kerap mengeluh sulit tidur. Insomnia yang diderita korban telah lama berlangsung dan tak kunjung sembuh. Penyakit inilah yang diduga menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mansuri saat dikonfirmasi membenarkan kasus bunuh diri tersebut. Saat ditemukan, Dudik tergantung dengan leher terjerat tali yang ujungnya diikatkan di kayu plafon kamar mandi rumah korban. Korban masih mengenakan kaos warna hijau. “Anggota Polsek Pamulang yang dipimpin Kanitreskrim Iptu Ahmad Mulyono langsung ke lokasi untuk memastikan laporan bunuh diri itu. Ternyata benar,” tegas Mansuri.

Mansuri juga tidak menampik jika Dudik nekat bunuh diri karena dugaan depresi akibat menderita insomnia. Dugaan ini berdasarkan keterangan Wiji. “Saat ini, pengakuan sementara istri korban, diduga kuat korban nekat gantung diri karena penyakit insomnia yang tak kunjung sembuh,” pungkas Mansuri.

Kasus serupa juga terjadi di Kampung Pelawad Tegal, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, pada Rabu (15/2) pagi. Korbannya adalah Rokiman (40). Jasad sopir truk tersebut tergantung dengan leher terjerat tali di kayu balok rumahnya, di Kampung Pelawad Tegal.

Polisi meyakini korban nekat mengakhiri hidupnya karena korban meninggalkan surat wasiat. Motifnya, diduga kuat Rokiman stres atau patah hati karena niatnya untuk rujuk dengan mantan istrinya gagal.

Selasa (14/2), Fatoni (60), warga Lingkungan Temuputih, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, juga ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah kosong, tak jauh dari rumah korban. Bagian leher Fatoni terdapat luka sayatan benda tajam. Polisi belum meyakini korban tewas akibat murni bunuh diri. Kasus ini masih diselidiki. (Banten Raya-Radar Banten)