Muhadjir

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyambut bahagia 298 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemendikbud yang telah dinyatakan lolos pada seleksi 2017. Dia pun berharap di 2018, formasi CPNS tenaga guru dapat ditingkatkan alokasinya hingga 100 ribu.

Hal itu diungkapkan Muhadjir di depan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur. Serta, 298 CPNS Kemendikbud yang tengah menjalani pembekalan.

“Saya mohon Bapak Menpan-RB. Terima kasih Bapak telah memberikan alokasi 300 CPNS. Mudah-mudahan tahun ini nanti Bapak berkenan mengalokasikan 100 ribu guru di Kemendikbud,” kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (26/3), sebagaimana dilansir Jawa Pos.

Muhadjir mengatakan, formasi CPNS yang ada di lingkungan Kemendikbud saat ini masih belum memenuhi kebutuhan. Apalagi, saat ini masih banyak guru yang berstatus sebagai guru honorer.

“Dengan 36 ribu guru honorer yang sekarang, maka kita perlu sekitar tujuh tahun untuk lakukan penataan reformasi di lingkungan sekolah, lembaga pendidikan, dan tenaga guru berkelas dunia seperti yang dicanangkan ini,” kata Muhadjir.

Sementara itu, MenPAN-RB Asman Abnur mengapresiasi antusiasme para pelamar CPNS Kemendikbud. Terbukti, dari 161 Kementerian/Lembaga yang membuka kesempatan bagi pelamar, Kemendikbud merupakan lembaga paling banyak diminati peserta CPNS yakni 96.613 pelamar.

Menurut Asman, hingga awal 2018 ini, sudah ada 220 ribu PNS yang pensiun. Karena itu, dia berjanji bakal menambah formasi CPNS 2018, termasuk tenaga pendidik dan kesehatan.

“Memang saya sudah lapor ke Pak Presiden dan Pak Wapres, biasanya beliau mengizinkan hanya 50 persen dari jumlah pensiun. Nah, kalau 50 persen berarti sekitar 100 ribu sekian (formasi CPNS yang dibutuhkan. Saya bilang tolong itu kuotanya meliputi guru. Insya Allah nanti akan tambah maksimal,” kata Asman.

Meski demikian, Asman belum dapat memastikan jumlah formasi yang akan dibuka dalam pendaftaran CPNS 2018. Menurut dia, saat ini penentuan formasi masih dalam proses oleh tim KemenPAN-RB. (put/JPC/JPG)