Mending Diturutin Daripada Diselingkuhin

Meski ekonomi pas-pasan, Adoy (34), nama samaran yang bekerja sebagai satpam di tempat hiburan malam ini tak pernah lelah memanjakan istri, sebut saja Siti (33). Hal itu lantaran pria berbadan tegap ini sudah mendapat ancaman bakal diselingkuhi jika berhenti memanjakannya. Yassalam. Ini sih masuk kategori lelaki istikomah alias ikatan suami takut istri kalau di rumah.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Kramatwatu, malam itu Adoy sedang asyik menyeruput kopi hitam di pos jaga. Adoy langsung bercerita tentang kisah menggelikan rumah tangganya. Adoy tak pernah menyangka jika istrinya mempunyai sifat manja pasca pernikahan. Situasi itu memaksa Adoy harus selalu bersikap lembut dan mesra sepanjang masa. Berbeda dengan Siti dulu yang menunjukkan sikap dewasa, pendiam, dan tidak banyak tingkah semasa masih pacaran. Kendati demikian, Adoy tetap menganggap Siti wanita idaman.

Perjumpaannya dengan Siti terjadi di hotel tempat Adoy bekerja. Saat itu Siti kabur dari ajakan teman-temannya yang mengajak bertemu dengan lelaki di hotel. Saat itu pula Siti mendapat pertolongan Adoy yang menyembunyikannya di pos satpam. “Saya tahu waktu itu dia mau dijebak,” ujarnya. Wah pucuk dicinta ulam tiba nih.

Adoy membantu Siti bukan tanpa syarat. Siti dianugerahi wajah cantik, kulit putih, lekukan bodinya juga menggoda yang membuat Adoy jatuh cinta pada pandangan pertama. Sayangnya, kemolekan Siti tak didukung keadaan. Ekonomi keluarga Siti di bawah garis kemiskinan. Makanya, Siti mau saja dimanfaatkan orang asal punya penghasilan untuk melanjutkan hidupnya. Ayah Siti pengangguran dan ibunya hanya pengusaha warung kecil-kecilan. Saat itu Siti muda tak punya rencana hidup yang jelas setelah habis kontrak kerja di pabrik. Namun, Adoy sendiri bukan lelaki mapan, hanya berprofesi sebagai satpam. “Tapi, walaupun gaji enggak seberapa, yang penting mah saya nyaman,” akunya. Jangan merasa nyaman yang enggak ada kemajuan Pak.

Setelah kejadian itu, Adoy dan Siti semakin intens berkomunikasi. Mungkin pertemanan itu sebagai tanda ucapan terima kasih Siti karena merasa berutang budi kepada Adoy. Sejak menjalin pertamanan, Adoy tak pernah melewatkan malam Minggu main ke rumah Siti. Beruntung kedatangan Adoy direspons orangtua Siti sehingga keduanya diberikan kebebasan menjalani masa pendekatan. Tiga bulan kemudian Adoy nekat melamar Siti. Persiapan menuju pernikahan dilakukan mulai dari menyebarkan undangan, menyewa tenda, baju pengantin dan lainnya sampai hari bahagia itu tiba dengan pesta sederhana tapi bermakna.

Mengawali pernikahan, Adoy memboyong Siti ke rumah kontrakan. Bahkan, kebahagiaan keduanya dirayakan dengan berbulan madu di pantai. So sweet pokoknya. “Ya tapi nginapnya di hotel murah, biar hemat,” kenangnya sambil mesem-mesem. Lumayanlah daripada di tenda.

Sehabis berbulan madu, hari baru keduanya dalam berumah tangga dimulai. Adoy sibuk bekerja, sedangkan Siti mengurus rumah. Adoy bersikap bijaksana, mengayomi, dan memperlakukan istri dengan penuh kelembutan. Bahkan, Adoy demi membahagiakan istri rutin mengajak Siti ke mal untuk berbelanja setiap tanggal muda. Tak sampai disitu, Adoy juga selalu mengabulkan permintaan Siti yang ingin liburan setiap bulan. Meski hanya jalan-jalan hemat seperti ke pantai atau wisata murah meriah lain. Adoy lakukan berbagai cara untuk kebahagiaan Siti, sampai sering meminjam uang sana-sini. Awalnya Adoy memaklumi sifat istrinya itu. Lama-lama Adoy mulai merasa tak nyaman. “Soalnya, jatah rokok saya berkurang demi memanjakan istri. Biasa sehari dua bungkus, sekarang paling sebungkus. Kadang enggak kebeli sama selai,” keluhnya. Bagus dong ngurangin penyakit.

Sampai akhirnya, suatu waktu Aloy berani menegur isrinya untuk mengurangi pengeluaran yang dianggapnya tidak penting. Bukannya menuruti petuah suami, Siti malah beraksi keras, menangis sambil ngambek dan beringas. Gara-gara teguran itu, lebih dari seharian Adoy tak mendapat teguran dari Siti. “Bahkan, enggan melayani berhubungan suami-istri,” tukasnya. Wah gawat dong.

Sejak perselisihan itu, selama tiga hari tiga malam keduanya saling berdiam diri. Hingga akhirnya Adoy mengalah dan mengajak Siti bicara hingga mendapat tanggapan mengejutkan dari istrinya itu. “Mungkin Siti merasa cantik banyak yang suka ama dia, malah bilang, ‘Kalau sudah tak mau menafkahi, saya mau nikah sama cowok lain’,” ujar Adoy meniru ucapan istrinya yang bernada ancaman.

Pikiran Adoy semakin terganggu setelah mengetahui kalau banyak cowok yang menghubungi Siti hampir setiap malam, meski tak diangkatnya mungkin demi menghargai suami. Sampai Adoy mendapat pengakuan dari Siti yang memberitahukan semua nama cowok yang menggodanya dan tak sungkan untuk merebutnya meski menjadi istri sah dari Adoy. Situasi itu membuat Adoy panik dan takut kehilangan Siti. “Daripada kehilangan dia (Siti-red), mending habisin uang buat turutin kemauan dialah,” katanya. Jangan dong Mas, punya harga diri dikit sebagai laki-laki.

Setahun kemudian lahirlah anak pertama. Kondisi itu membuat Adoy semakin sayang terhadap istrinya. Semua yang diminta Siti pasti dituruti dan hubungan mereka pun semakin harmonis. Meski tinggal di rumah kontrakan sederhana, Adoy mengaku bahagia hidup bersama Siti, dan tidak pernah merasa kekurangan. “Ada aja rezeki yang tidak terduga. Meskipun belum punya rumah dan mobil pribadi. Pokoknya istri dan anak bahagia, saya rela menderita,” tegasnya bangga. Kalau gitu kepaksa dong membahagiakan istri.

Saat ini Adoy sedang menanti kelahiran anak kedua. Sampai kemarin, Adoy mengaku masih memanjakan istrinya. “Saya mau jadi suami bertanggung jawablah, sedikit sedikit bimbing istri supaya lebih baik,” harapnya. Ya semoga kelahiran anak keduanya lancar. Amin. (mg06/zai/ags)