Menduga Ada Penyerobotan Lahan, Massa Geruduk Kantor BPN Lebak

LEBAK – Terkait permasalahan penyerobotan lahan oleh beberapa pemilik tanah atau Pemilik Sertifikat Program Ajudikasi, puluhan warga yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (RP-NKRI) Banten mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lebak di Jalan Jenderal Soedirman KM 3, Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, Senin (24/7).

Koordinator lapangan (korlap) aksi Boim Ibrahim mengatakan, penyerobotan ini terjadi pada lahan Udin Hasanudin, pemilik tanah yang berada di Blok Ciparada, Desa Cimangeunteung, Kecamatan Rangkasbitung, dengan luas 28.000 meter persegi menjadi 11.000 meter persegi yang diduga diserobot oleh Pemilik Sertifikat Program Ajudikasi.

“Kami minta kejelasan kepada pihak BPN, terkait adanya penyerobotan dan adanya sertifikat double (ganda) yaitu Sertifikat tahun 1994 dengan Sertifikat Ajudikasi tahun 2017,” tegas Boim.

Salah satu pegawai BPN Sabihis Ali menjelaskan, pihaknya baru mengetahui adanya penyerobotan lahan milik Udin Hasanudin yang terpangkas hampir 17.000 meter persegi itu.

“Kita akan bahas soal ini, besok insya Allah akan diadakan rapat antar staff BPN untuk membahas persoalan ini,” ujarnya. (Omat/twokhe@gmail.com)