Mengabdi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0
1.001 views
Koordinator Kegiatan Pengabdian UI Salsa Hanifa (kanan) menyerahkan poster pencegahan Covid-19 kepada Kepala SDN Tunggaljaya 1, Kecamatan Sumur Supriana Suhud, Senin (27/7). (Foto KAMA UI For Radar banten)

SUMUR – Himpunan Keluarga Mahasiswa Arkeologi Universitas Indonesia (KAMA UI) dan Paguyuban Mahasiswa Banten Universitas Indonesia (FORKOMA UI Banten) tengah melakukan pengabdian untuk pendidikan di SDN Tunggaljaya 1 dan SDN Tunggaljaya 2, Kecamatan Sumur. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terujung Pandeglang itu.

Koordinator kegiatan pengabdian Salsa Hanifa mengatakan, kegiatan yang dilakukannya merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang. Soalnya, kata dia, berdasarkan data Neraca Pendidikan Daerah (NPD) di Pandeglang tahun 2019 yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, angka anak sekolah tidak naik kelas yang tinggi dengan jumlah 1.106 siswa.

Selain itu, kata dia, nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) di daerah Pandeglang hanya 49,35, dibandingkan nilai rata-rata nasional sebesar 55,90. Hal itu, kata dia, menunjukkan adanya motivasi dan kesadaran akan pendidikan yang rendah. “Dari 14 sekolah yang berada di Pandeglang, terdapat desa yang direkomendasikan dari Universitas Indonesia yaitu desa Tunggaljaya. Di desa ini terdapat dua sekolah yaitu SD Tunggaljaya 1 dan 2,” katanya.

Kata Salsa, dirinya serta delapan mahasiswa UI lainnya juga memberikan donasi untuk tiap-tiap kelas dengan memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona. “Donasi yang diberikan untuk siswa terdiri dari hand sanitizer, masker dan lembar kerja siswa (LKS). Anak-anak juga sangat antusias dan semangat untuk mengetahui cara mencuci tangan yang benar, kita melakukannya dengan bernyanyi sehingga lebih mudah untuk dihafal oleh mereka,” katanya.

Kepala SDN Tunggaljaya 1 Kecamatan Sumur Supriana Suhud mengatakan, pembelajaran tatap muka hanya dilakukan untuk kelas satu sampai kelas tiga. Sedangkan, kelas empat sampai kelas enam belajar di rumah. ‚ÄúPembelajaran tatap muka diberlakukan untuk kelas 1, 2 dan 3 karena desa Tunggaljaya merupakan zona hijau, kemudian untuk siswa kelas 4,5 dan 6 belajar dari rumah,” katanya.

Dosen UI Cecep Eka Permana berharap, kegiatan yang dilakukan lembaganya bisa memberikan manfaat dan meningkatkan minat belajar anak-anak sekolah yang berada di wilayah terluar Pandeglang. “Harapan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi belajar siswa, kemudian siswa mengetahui cara mencegah Covid-19, selanjutnya guru meningkat kompetensi mengajarnya, dan mahasiswa pengabdi peka terhadap permasalahan dan dapat memberikan sumbang saran serta solusi,” katanya. (*/dib/zis)