Mengaktifkan Kembali Peran Satlinmas Jaga Lingkungan Ikut Cegah Covid-19

0
1.113 views
Puluhan petugas Satlinmas mengikuti apel keamanan beberapa waktu lalu, di Alun-alun barat Kota Serang. Peran Linmas di tengah masyarakat masih dianggap penting.

SERANG – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Terlebih dalam kondisi kerawanan lingkungan di tengah pandemi Covid-19 ini dan maraknya pencurian, Satlinmas perlu diaktifkan kembali.

Kepala Seksi Pelatihan Dasar Linmas dan Pol PP pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang, Erwin Setiawan mengatakan, sedang berupaya mengaktifkan kembali Linmas di desa. Peraturan Bupati (Perbup) terkait itu juga sudah diterbitkan pada Januari 2020.

Erwin mengatakan, sudah melantik sebanyak 192 Linmas. Namun, potensi linmas yang ada masih banyak. “Kalau jumlah potensinya belum kita pastikan karena dari desa-desa belum mengusulkan,” katanya.

Dijelaskan Erwin, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 84 Tahun 2014, Linmas berfungsi membantu penanggulangan bencana, keamanan ketentraman dan ketertiban umum, membantu kegiatan sosial masyarakat, membantu penanganan ketentraman dan ketertiban penyelenggaraan Pemilu, dan membantu upaya pertahanan negara.

Erwin mengatakan, selama ini tidak ada gaji untuk anggota Linmas. Namun, pada Permendagri dan Perbup diupayakan untuk pemberian insentif. “Kalau di Permendagri insentif diberikan melalui APBD, di Perbup kita sedang mengupayakan supaya diakomodasi oleh APBDes,” ujarnya.

EDUKASI BAHAYA COVID-19

Di Kota Serang, peran Linmas difungsikan untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait bahaya Covid-19.

Kepala Satpol-PP Kota Serang, Kusna Ramdani mengatakan, Linmas terlibat aktif di tiap Kelurahan bersama RT dan RW melakukan sosialisasi dan edukasi mengantisipasi wabah Covid-19. “Linmas terlibat juga dalam penyemprotan bio disinfektan di tingkat RT dan RW,” katanya. Kata Kusna, di tengah lingkungan banyak yang melakukan karantina mandiri, Linmas memiliki peran penting. Selain memberikan keamanan juga memastikan masyarakat nyaman dan terhindar dari wabah Covid-19. “Kota Serang memiliki sekitar 250 anggota petugas Linmas, tersebar di 68 kelurahan. Mereka, memiliki peran penting. Linmas diharapkan dapat berperan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat dengan mengaktifkan kembali ronda atau siskamling,” sambung Kusna.

Dihubungi terpisah, Lurah Nyapah, Kecamatan Walantaka, Oewin Kurniawan mengatakan, kelurahan Nyapah memiliki sebanyak 12 petugas Linmas. Ia mengaku, kini tugas Linmas bertambah selain fokus menjaga keamanan lingkungan juga terlibat dalam kegiatan pencegahan Covid-19. “Alhamdulillah Linmas di Nyapah aktif. Sekarang terlibat juga dalam pencegahan Covid-19,” katanya.

MASIH EKSIS

Di Kabupaten Lebak, peran Linmas sampai sekarang masih aktif. Satu desa ada empat orang anggota Linmas yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah desanya masing-masing.

Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dartim mengatakan, hansip atau Linmas masih eksis di desa-desa. Jadi, tidak hanya pada saat Pemilu saja mereka aktif. Sekarang, mereka pun selalu aktif di kantor desa untuk menjaga keamanan dan ketertiban. “Masih eksis sampai sekarang. Namun namanya berubah, kalau dulu hansip sekarang berubah menjadi anggota Linmas,” kata Dartim kepada Radar Banten, kemarin.

Jumlah anggota Linmas per desa sebanyak empat orang atau 1.380 orang se-Kabupaten Lebak. Jika ada kegiatan di desa atau tingkat kabupaten, anggota Linmas selalu dilibatkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Mereka mendapatkan honor dari pemerintah desa karena surat keputusannya (SK) dari kepala desa masing-masing,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, Usep Pahlaludin membenarkan, jumlah Linmas di desanya sebanyak empat orang. Namun kinerja dari rekan-rekan Linmas belum memuaskan. Padahal, mereka mendapatkan honor dari APBDes sebesar Rp750 ribu per bulan. Karena itu, ke depan dia ingin peran Linmas dioptimalkan agar kinerjanya meningkat dalam melayani masyarakat di bidang ketertiban dan ketentraman.

“Honornya kurang lebih Rp750 ribu per bulan. Di Sangiangjaya sendiri jumlah linmas sebanyak empat orang,” terangnya. (jek-tur-fdr/air)