Mengaku Dokter, Aan Bawa Kabur Motor Ninja

0
165 views
Dokter gadungan Aan Febriana usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (1/8). Foto Fahmi / Radar Banten

SERANG – Aan Febriana (29), duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (1/8). Lelaki yang mengaku dokter ini didakwa membawa kabur motor Kawasaki Ninja RR nopol A 3509 RC milik Vadli Priyatno Ramadhani.

Awalnya, Aan menghubungi Vadli seusai melihat laman jual beli Facebook yang diunggah oleh Vadli pada Minggu (2/6). Lelaki asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini mengaku tertarik untuk membeli motor milik Vadli seharga Rp18 juta.

“Saya komen dulu (laman jual beli-red). Kemudian komunikasi lewat mesengger (aplikasi pesan Facebook-red). Setelah itu saya minta nomor HP (handphone-red),” kata Aan saat memberi keterangannya sebagai terdakwa di persidangan.

Usai bernegosiasi melalui ponsel, keduanya sepakat motor tersebut dijual seharga Rp16,5 juta. Berdalih bekerja sebagai dokter di RS dr Dradjat Prawiranegara, Aan mengajak bertransaksi Vadli di sebuah hotel yang berdekatan dengan tempatnya bekerja. “Saya bicara ke Vadli ketemuannya selesai kerja saja,” ujar Aan di hadapan majelis hakim yang diketuai Santhos Wachjoe Prijambodo.

Sebelum bertemu, Vadli telah menyiapkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan bukti pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Vadli kemudian menemui Aan di hotel yang beralamat di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang. 

Sesuai permintaan Aan, Vadli memberikan dua surat bukti kepemilikan motor tersebut saat bertemu. Sementara Aan menyerahkan amplop warna cokelat yang diakui Aan berisi uang Rp13 juta. “Saya ngobrol sama dia (Vadli-red) sekalian cek nomor rangka mesin. STNK dan BPKB sudah saya kantongi,” tutur lelaki yang bekerja sebagai mekanik motor tersebut.

Aan mengaku ingin menjajal laju kendaraan motor. Tanpa curiga, Vadli memberikan kunci motor. Tetapi, Aan tak kunjung kembali. “Saya bablas ke arah Petir. Saya tawarin ke showroom,” kata Aan.

Lantaran tak kunjung kembali, Vadli membuka amplop warna cokelat yang diakui Aan berisi uang tunai Rp13 juta. Saat amplop tersebut dibuka, ternyata hanya berisi potongan kertas yang dilipat menyerupai uang kertas. “Uangnya enggak ada Pak. Isinya kertas. Sengaja (bawa amplop untuk menipu-red),” kata Aan.

Vadli yang sadar tertipu berusaha mencari Aan. Namun, Vadli telah kehilangan jejak. Vadli kemudian menghubungi Khasanudin yang mempunyai showroom motor di Kampung Sabrang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Kepada Khasanudin, Vadli menceritakan peristiwa penipuan. Dia juga meminta agar Khasanudin menghubunginya bila ada yang menjual motor miliknya tersebut.   

Tak lama, Khasanudin mengabarkan ada penjual menawarkan motor yang sesuai dengan motor milik Vadli. Alhasil, Vadli meminta Khasanudin menahan penjual tersebut di showroom sembari menunggu dirinya datang.

Nah, untuk mengulur waktu, Khasanudin berpura-pura menyanggupi membeli motor seharga Rp6,3 juta. Saat asyik bernegosiasi, Vadli datang bersama personel Polsek Serang. Aan langsung diringkus tanpa perlawanan. “Saya menyesal Pak,” kata Aan.

Aan dibawa ke Mapolsek Serang. Dia mengakui telah berencana menipu korban.  Aan pun dijerat Pasal 378 KUH Pidana dan Pasal 372 KUH Pidana. “Ngaku dokter, biar lebih meyakinkan saja (kepada korban-red),” kata Aan. (mg05/nda/ags)