Mengandung Gas, Bagian Dalam Tanah Bergemuruh Seperti Penggorengan

0
296 views

CIKEUSAL – Warga di Kampung Bangkong, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal tak bisa mengebor tanah di atas kedalaman 60 meter lantaran mengandung gas. Hal itu membuat warga yang notabene petani hanya bisa mengandalkan pengairan dari cuaca atau lahan tadah hujan.

”Kalau kita bor terlalu dalam, nanti yang keluar malah gas. Suara bunyinya juga kayak suara penggorengan,” kata Rusmin, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukarame kepada Radar Banten, Selasa (13/10).

Rusmin mengaku, gas yang ada di dalam tanah ini sudah ada sejak lama. Warga menyadari hal ini pada 2007, saat itu Rusmin mengebor tanah untuk mengairi lahan jagung miliknya. ”Baru kedalaman 60 meter, sudah kecium bau belerang,” katanya.

Namun ia tak peduli, pengeboran terus dilakukan hingga kedalaman 80 meter. Waktu itu para pekerja kaget lantaran mendengar suara gemuruh dari dalam tanah. ”Sampai sekarang suara itu masih ada,” katanya. (Haidar)