Mengenal Konsep Kampung Iklim di Kelurahan Tanah Tinggi

Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Tangerang Eny Nuraeny (kiri) meninjau Kampung Iklim di RW 08, Tanah Tinggi, Tangerang, Kamis (2/8)

Banyak cara untuk memperindah dan membuat asri permukiman, salah satunya seperti yang dilakukan warga di RW 08 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

HAIRUL ALWAN – Tanah Tinggi

BEGITU memasuki wilayah RW 08 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang terpampang spanduk berwarna dominan hijau di gapura masuk gang bertuliskan ‘Kampung Iklim’. Hal itu bukan sekadar nama, tetapi memang menggambarkan lingkungan yang dipenuhi tanaman hingga terlihat asri.

Saat memasuki gang dengan lebar jalan sekira 1 meter itu pengunjung langsung disuguhkan dengan tanaman yang terpasang di tembok-tembok berwarna-warni di sepanjang jalan. Hampir seluruh halaman rumah warga di Kampung Iklim ditanami pepohonan. Meski jalan-jalan gang di Kampung Iklim terbilang sempit dan hanya cukup untuk roda dua melintas, namun hal itu tak membuat sesak. Nuansa asri berbalut cat warna-warni seperti kuning, biru, hijau, putih, merah dan beberapa warna lainnya membuat takjub siapa pun yang datang ke kampung itu. Di beberapa bagian tembok juga ada sejumlah gambar menarik yang dibuat oleh warga sekitar, termasuk 20 lubang biopori dengan diameter 1 meter disiapkan warga sebagai resapan air di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, di kampung itu juga terdapat titik-titik untuk merokok. Ada sekira tiga gardu yang terbuat dari kayu sebagai area merokok. “Untuk merokok saja kami atur tempatnya, jadi warga sini tidak boleh merokok di sembarang tempat,” kata Hadi Ismanto, Lurah Tanah Tinggi kepada Radar Banten usai menjalani serangkaian kegiatan verifikasi Kampung Iklim yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (2/8).

Hadi menambahkan, Kampung Iklim merupakan pengembangan dari Kampung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Kota Tangerang yang digelar akhir 2017 lalu. “Awalnya kampung ini dinamakan Kampung Hijau, tapi karena ada program KLHK terkait kampung Iklim kami ikut sertakan. Dengan demikian ke depan kami harap warga terus bekerja sama menjaga lingkungan dan kampung ini,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Tangerang Eny Nuraeny mengatakan, beberapa indikator penilaian dalam verifikasi ini di antaranya Adaptasi, Mitigasi serta kesiapan masyarakat menghadapi perubahan iklim yang begitu cepat akhir ini. Dan Kampung Iklim menjadi salah satu maket untuk mengatasi perubahan termasuk persiapan warga. (*)