Mengenal Sosok H Wahyudin Djahidi

Sosok Bersahaja, Sarat Pengalaman Organisasi

H Wahyudin Djahidi

IBARAT filosofi ilmu padi, ‘Semakin Tinggi Semakin Merunduk’, ungkapan ini sangat pas menggambarkan sosok Wahyudin Djahidi. Pria kelahiran Kota Serang 08 Juni 1975, ini dikenal merupakan sosok yang bersahaja terhadap siapa pun yang dikenalnya.

Sikap bersahaja ini tidak serta merta tumbuh begitu saja, melainkan lahir dari didikan sang ayah yang juga seorang tokoh dan pengusaha yakni Djahidi Sadiran.

Wahyudin kecil hidup di tengah perkampungan yang namanya Pekarungan di wilayah Kota Serang. Dengan masyarakat yang sangat ramah Wahyu kecil sudah terlihat sifat kepemimpinannya, di mana teman-teman sebayanya selalu mengedepankan dirinya sebagai pengambil keputusan dalam hal bermain maupun belajar. Menginjak usia ke-7 tahun, Wahyu sekolah dan mulai mengemas pendidikan di SDL 1 Kota Serang dan pindah rumah ke Ciceri Indah yang masih di wilayah Kota Serang.

Di lingkungan barunya, Wahyu mendapat teman-teman yang baru pula. Ia tidak susah beradaptasi karena dikenal dengan keperibadiannya yang cepat dan mudah bergaul. Di SDL 1 Kota Serang ia belajar selama enam tahun, layaknya anak-anak SD di masa itu. Ia bersama teman-teman sebayanya belajar dan bermain dengan penuh keceriaan dengan tingkah laku yang sangat polos. Wahyu kerap dijadikan leader atau pemimpin di setiap kegiatan yang ada di lingkungan sekolah maupun di lingkungan bermain.

Menginjak usia 13 tahun, Wahyu masuk dan mengemas pendidikan di SMP Negeri 2 Kota Serang. Di masa itu dengan umuran seusianya, ia mulai mencari jati diri dan mulai membentuk kepribadiannya. Banyak hal yang dilakukan ketika itu, baik secara pribadi maupun bersama teman-teman sekolah sebayanya. Kegiatan demi kegiatan ia selalu mengikuti dan aktif dalam hal keorganisasian maupun perkumpulan positif yang diadakan di sekolah dan lingkungan di mana ia singgah. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan belajar, seni, olahraga, bela diri dan lainnya. Di beberapa organisasi yang ia masuki, selalu dijadikan ketua atau pemimpin.

Di usianya yang ke-16 tahun, Wahyu masuk dan mengenyam pendidikan di SMA Bina Taruna Kota Serang selama tiga tahun. Di sini, ia mulai kelihatan sosok seorang pemimpin dan kepemimpinannya. Banyak hal dan kegiatan ia lakukan dan mengikutinya. Usia remaja ini, jati diri Wahyu mulai terlihat terutama dari sosok kepemimpinannya. Dengan mengedepankan keperibadian yang bersahaja juga mengutamakan kebersamaan, tanpa mengesampingkan sosok ketegasan dan keyakinan yang dibarengi pemikiran bijaksana, ia semakin disegani dan di hormati di masanya saat itu.

Selepas lulus sekolah dari SMA Bina Taruna Kota Serang, Wahyu hijrah ke Kota Bandung, Jawa Barat. Di kota kembang ini, ia melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas negeri ternama di Kota Bandung selama dua tahun. Di sana ia menamatkan pendidikan selama empat semester. Namun, dengan jiwa entrepreneur yang sangat kuat, Wahyu memutuskan untuk tidak melanjutkan bangku kuliahnya dan lebih memilih untuk menjadi seorang pengusaha.

Ia mulai melebarkan sayap ke dunia usaha di mana darah seorang bapak kandungnya, H. Djahidi Sadiran mengalir kuat di dalam sosok H. Wahyudin Djahidi dan menularkan bakat kepemimpinan juga usahawannya. Ternyata pilihan Wahyu tidak salah, dan terbukti saat ini menjadi seorang pengusaha yang dibilang sangat sukses di Kota Serang. Selain itu beliau juga aktif di keorganisasian baik politik maupun kemasyarakatan. (*)