Ilustrasi. Dok. Jawa Pos

Virus Zika kali pertama ditemukan pada 1947 dan telah menjadi wabah di berbagai negara seperti Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik. Sejak tahun lalu, penyakit ini juga telah menyebar di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan.

Penyebar virus Zika:

Nyamuk aedes aegypti pembawa yang paling umum penyakit ini. Nyamuk aedes albopictus atau dikenal nyamuk ’Macan Asia’ dengan ciri-ciri tubuh dan kakinya bergaris putih.

Waktu penularan virus Zika:

Kedua spesies nyamuk itu menggigit pada siang dan sore hari. Penggunaan kelambu saat tidur siang dan malam salah satu tindakan efektif mencegah gigitan nyamuk penyebar virus Zika.

Penggunaan AC dan jaring-jaring pada jendela juga salah satu cara pencegahan.

Penyakit bersamaan dengan virus Zika:

Setiap spesies nyamuk pembawa virus Zika rentan menginfeksi orang yang menderita demam berdarah deangue (DBD), chikungunya dan demam kuning.

Obat penyakit virus Zika:

Hingga kini belum ditemukan vaksin untuk virus Zika, begitu juga obat untuk menyembuhkan. Mengonsumsi banyak cairan mampu meredakan gejala yang ditimbulkan virus Zika seperti demam, sakit dan nyeri.

Pencegahan virus Zika:

Gunakan krim antinyamuk, kenakan baju dan celana panjang, serta tidurlah menggunakan kelambu di malam hari meskipun nyamuk yang menularkan virus Zika kebanyakan terbang di siang hari.

Kepala Sub Direktorat Surveilans dan Respons Kejadian Luar Biasa, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, Ratna Budi Hapsari mengakui, kewaspadaan pada virus ini sudah dilakukan sejak lama. “Tak perlu waswas dengan menyebarnya virus zika. Virus zika yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti bisa segera ditangkal,” katanya, seperti dilansir JawaPos.com, hari ini. (JPG)