Sudah lebih dari sepekan Gebi Ramadhan, komika asal Kota Cilegon meninggal dunia. Namun, mantan finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 6 ini tak pernah lekang dari ingatan para pencinta dunia komedi tunggal, khususnya para komika lokal yang pernah bersama belajar serta berjuang dengan Gebi di komunitas Stand Up Indo Serang.

Meski namanya sudah melambung di kancah dunia stand up commedy Indonesia, tetapi Gebi Ramadhan tetap tidak melupakan asalnya, yaitu Stand Up Indo Serang. Ia pun menjadi panutan bagi komika Banten, khususnya di Kota Cilegon dan Serang.

Gebi pernah menjabat ketua di komunitas yang sebelumnya bernama Stand Up Indo Banten, Serang, Cilegon (BSC) tersebut. Ia menjabat sebagai ketua sejak 2014 hingga 2016. Di komunitas itu, Gebi mengasah kemampuan stand up comedy-nya dan di sanalah ia memulai karir sebagai komedian hingga level nasional.

Gebi bergabung dengan komunitas itu saat kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di 2012. Bakat komedi yang sudah terlihat sejak kecil pun semakin terasah.

Perjalanan Gebi di dunia stand up pun terus berlanjut. Di 2013, Gebi mendapat kesempatan menjadi komika pembuka pada Stand Up Comedy Tour-nya Ge Pamungkas yang bertajuk 3GP Tour.

Panggung stand up pertama Gebi yang disiarkan di televisi adalah saat ia mewakili Stand Up Indo Serang (saat itu masih Stand Up Indo BSC) dalam ajang Liga Komunitas Stand Up di Kompas Tv. Saat itu, ia bersama Reza Palevi, Nikson Siboro, dan Adam Datau gagal di awal kompetisi.

Di 2015, Gebi mendapatkan kesempatan mengisi acara Komik Selebriti yang digelar MNC TV. Selanjutnya pada 2016, ia mendaftar pada ajang SUCI 6 yang digelar Kompas TV, dan ia berhasil masuk lima besar.

Sejak itulah, karir Gebi di dunia stand up comedy terus melejit. Dengan kemampuan act out-nya, ia menjadi pengisi beberapa acara. Mulai dari Stand Up SUPER di Kompas TV, Duel Super di Trans 7, hingga menjadi kameo sebagai penjual nasi goreng dalam film Milly & Mamet garapan Ernest Prakasa di t2018.

Bemby, salah satu komika Kota Serang, mengaku mempunyai kenangan mendalam dengan komika yang wafat pada 15 Januari 2019 lalu itu. Bemby yang juga mantan ketua Stand Up Indo Serang menilai Gebi sebagai sosok panutan bagi semua komika lokal. “Kalau ngomongin Gebi, saya selalu baper,” tutur Bemby, Rabu (23/1).

Menurutnya, meski Gebi telah masuk dalam kalangan selebriti Indonesia, ia tak pernah melupakan tempat asal dan kawan-kawannya. Bahkan, kata Bemby, Gebi tak sungkan berbagi ilmu dan pengalaman kepada para komika lokal atau siapa pun yang ingin belajar stand up comedy.

Tak jarang ia pun kerap memberikan semangat saat para komika dalam keadaan terpuruk. “Saya gabung di stand up di akhir tahun 2015, saya merasakan bareng dengan dia di komunitas. Saya dan beberapa teman-teman ngerasain kondisi jatuh, entah dari turun humornya segala macam, dia salah satu yang membantu teman-teman saat jatuh. Membuat teman-teman semangat, dan terus berusaha dan belajar,” papar Bemby kepada Radar Banten.

Nama besar tak membuat Gebi langsung jemawa dan begitu saja melupakan kawan-kawannya di komunitas. “Hal baik memang selalu diceritakan saat orang meninggal, tapi cerita baik almarhum bukan hanya cerita, tapi memang real, kenyataan ia adalah orang baik,” tutur Bemby.

Sampai saat ini, kepergian Gebi masih menjadi duka bagi Bemby dan kawan-kawannya di komunitas Stand Up Indo Serang. Komika yang wafat akibat penyakit kanker hati itu sangat melekat dengan komunitas Stand Up Indo Serang. “Nama dia itu memudahkan komika lokal untuk tampil di daerah lain, saat kita ke luar daerah dan nyebut dari Stand Up Indo Serang, nama Gebi langsung disebut, oh Gebi itu yah, dan kita jadi mudah,” tutur Bemby.

Komika lokal lainnya, Munji, menilai Gebi merupakan contoh yang baik buat komika Banten. Semangat pantang menyerah Gebi menjadi salah satu alasan kenapa ia cocok dijadikan sebagai contoh. “Dia orang yang mau belajar dan memperbaiki diri, dan gak sungkan buat berbagi ilmu soal stand up comedy,” kata Munji.

Sebagai salah satu orang yang menjadikan Gebi panutan, Munji mengaku tahu bagaimana perjuangan Gebi untuk menjadi komika yang terkenal seperti saat ini. Perjalanannya tidak mulus, jatuh bangun kerap dialami Gebi untuk bisa menjadi besar. “Dia juga pernah mengalami hal-hal buruk yang kerap dialami komika pada umumnya, tapi ia terus memperbaiki diri dan tidak menyerah,” tutur Munji.

Gebi merupakan contoh nyata seseorang yang sebelumnya tidak bisa mengundang kelucuan, menjadi seseorang yang mampu menggemparkan ruangan dengan gelak tawa. Contoh nyata seseorang yang kerap gagal di ajang kompetisi menjadi seseorang yang berhasil di kompetisi tingkat nasional dan masuk ke dalam jajaran komika besar di Indonesia.

Sosok Gebi mungkin saat ini sudah tidak lagi bersama komika lokal yang tergabung di komunitas Stand Up Indo Serang. Namun, menurut Munji, semangat dan kebaikannya akan terus hidup. (Bayu Maulana)