Menghina Kader PDIP Banten Di Medsos, Seorang Pria Asal Cilegon Nyaris Dipolisikan

0
509 views

CILEGON – Sebuah postingan di akun media sosial Facebook milik seorang warga Kecamatan Grogol, Kota Cilegon dipermasalahkan oleh kader DPC PDIP Kota Cilegon lantaran menyebut kader-kader PDIP Banten berpaham PKI (Partai Komunis Indonesia). Lantaran postingannya itu pria yang bernama Chaidar F A Djayadingrat ini nyaris Dipolisikan.

Berikut isi tulisan Chaidar pada akunnya yang saat ini konten tersebut telah dihapus. “Bagi saya Rano Embay orang yang mumpuni jg apa lagi H Embay yang sudah tidak diragukan lg oleh hati saya, H Embay orang yang baik. Namun sayang sekali lg ada yang membuat sy setengah hati dengan no 2 ini yaitu partai pendukungnya PDIP, yg mana akan cukup berbahaya jk partai ini berkuasa, bisa dilihat dari keadaan pemerintah pusat dan juga DKI yang keadaannya carut marut dan semakin berkembangnya PKI yg dimotori oleh kader2 PDIP apalagi korwil PDIP Banten dgn bangganya PKI adalah pahamnya”.

Senin, (13/2) Chaidar bersama kader DPC PDIP Kota Cilegon melakukan pertemuan disalah satu aula hotel di Kota Cilegon. Chaidar mengaku menyesal atas postingannya itu dan meminta maaf baik dengan pernyataan secara lisan maupun tertulis.

“Kepada pengurus (PDIP) saya meminta maaf atas komentar saya di medsos itu. Ini merupakan murni kesalahan saya secara pribadi, bukan atas nama tempat saya bekerja di perusahaan yang saya naungi ataupun lembaga. Saya tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Chaidar.

Lebih lanjut Chaidar menyatakan tindakannya itu dilakukan karena terpengaruh oleh isu-isu senada yang tersebar di media sosial. Tulisannya itu ia posting belum lama pada Februari 2017 ini. “Saya cuma ikut-ikutan saja,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Kota Cilegon Tubagus Amri Wardana mengaku telah memaafkan Chaidar. Dengan persaratan ia tidak akan mengulanginya kembali dikemudian hari.

“Ini sebagai bentuk pembunuhan karakter. Tadinya kita sudah di Polda untuk melaporkan masalah ini. Tapi tadi sekitar jam setengah duabelas dia (Chaidar) menelpon ingin ketemu dan meminta maaf. Saat ini kita maafkan, tapi kalau dia kita lihat masih seperti itu lagi maka kita tidak akan segan-segan untuk memenjarakannya,” ujarnya. (Riko)