Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau Pelabuhan Merak, Minggu (3/7).

MERAK – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau Pelabuhan Merak, Minggu (3/7), untuk memastikan tidak ada penumpang yang telantar serta memastikan keselamatan dan keamananan pemudik. Mereka juga membahas cara mengatasi kemacetan menuju Pelabuhan Merak, yang terjadi setiap musim mudik, agar tidak terjadi pada mudik 2017.

Setibanya di Pelabuhan Merak, sekira pukul 11.00 WIB, rombongan langsung melakukan pengecekan terhadap kelengkapan fasilitas pengamanan angkutan mudik Lebaran 2016 di kawasan pelabuhan serta jumlah penumpang yang menyeberang ke Sumatera.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Danang S Baskoro mengatakan, permasalahan kemacetan yang terjadi di pelabuhan lantaran banyak penumpang yang lebih memilih menyeberang malam hari dibandingkan siang hari. Karena itu antrean kendaraan dari pelabuhan hingga masuk ke dalam tol. Selain itu, area pelabuhan dan jumlah dermaga tidak mampu menampung pemudik. “Kita memang kekurangan dermaga untuk menampung para penumpang, makanya akan kita tambah dua dermaga lagi untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

Mengenai kemungkinan terbengkalainya pembangunan dermaga tambahan, seperti dermaga VI, dia menegaskan, hal itu tidak akan terjadi. Pembangunann dermaga itu itu sudah diserahkan ke perusahaan BUMN dalam hal ini PT ASDP, bukan dari Kementerian Perhubungan lagi. “Dulu kita ada permasalahan kewenangan pembangunan dari Kemenhub dialihkan ke BUMN, tapi untuk sekarang saya pastikan tidak akan terbengkalai lagi,” tukasnya.

Menyikapi permasalahan itu, Menhub Ignasius Jonan mengatakan, permasalahan kemacetan yang biasa terjadi pada masa angkutan Lebaran bukan sepenuhnya karena kekurangan dermaga. Melainkan karena kebanyakan dari warga lebih memilih menyeberang ke Sumatera malam hari dibandingkan siang harisehingga volume kendaraan dan penumpang yang datang ke Pelabuhan Merak meningkat drastis. “Jadi bukan karena dermaganya, tapi karena banyak yang memilih pergi malam hari,” ujarnya.

Mengenai rencana penambahan dermaga di Pelabuhan Merak, dia mengaku hal itu bukan hanya sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan dan kepadatan penumpang yang mudik. Namun sebagai salah satu langkah operator penyeberangan agar kapal-kapal besar beroperasi di lintas Merak-Bakauhuni. “Dermaga enam dan tujuh dibangun supaya bisa mengakomodir kapal-kapal yang lebih besar yang lebih banyak lagi. Kalau disebut kekurangan juga bukan kekurangan. Laporan dari Dirut ASDP (Danang S Baskoro) orang suka menyebrangnya malam, kalau semua menyebrang pada malam hari pasti penuh,” tukasnya.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyeberang malam hari ketika mudik karena kondisinya bisa sangat ramai dan macet. Berbeda dengan berangkat siang hari, dimana kondisinya bisa lengang, juga tidak harus menunggu lama dan bisa langsung menyeberang ke Sumatera. Untuk itu, akan diberlakukan dua tarif berbeda antara siang dan malam, dengan harapan para pemudik tidak semuanya memilih pergi di satu waktu. “Ke depan kita akan berlakukan tarif yang berbeda untuk siang hari dan malam hari, untuk mengurai kemacetan yang terus terjadi setiap tahunnya pada malam hari. Saran kami kalau bisa ada yang siang ada juga yang malam,” ujarnya. (Adib