Menhub Minta Pelayanan Pelabuhan Merak Konsisten

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau mesin tiket yang merupakan fasilitas di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (24/12). Selain meninjau fasilitas pelabuhan, Budi juga meninjau kesiapan armada angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2020.

CILEGON – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau kondisi arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Merak, Selasa (24/12). Budi datang bersama Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono.

Dari Jakarta, Menteri Budi dan Menteri Basuki bertolak ke Pelabuhan Merak menggunakan helikopter. Ia tiba sekira pukul 09.00 WIB di Pelabuhan Indah Kiat. Perjalanan dilanjutkan menuju Dermaga Eksekutif Merak menggunakan bus.

Tiba di Dermaga Eksekutif Merak, rombongan disambut Dirut PT ASDP Ira Puspadewi, Wakapolda Banten Brigien Pol Tomex Korniawan, Walikota Cilegon Edi Ariadi, dan jajaran stakeholder lainnya.

Di Dermaga Eksekutif, rombongan menteri bersama jajaran stakeholder lainnya menggelar rapat koordinasi di posko terpadu terminal eksekutif, meninjau layanan tiket dan kondisi kapal yang sandar di dermaga terpadu tersebut.

Usai melakukan serangkaian kegiatan pantauan, Menteri Budi menekankan kepada seluruh stakeholder yang ada di Pelabuhan Merak untuk memberikan layanan kepada masyarakat secara konsisten. Menurutnya, sejauh ini layanan yang dilakukan baik oleh kepolisian maupun PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak sudah cukup baik.

“Yang menjadi evaluasi sempat terjadi antrean kendaraan satu jam, saya minta jangan terulang lagi,” paparnya.

Kata Budi, meski secara umum apa yang disiapkan serta dilakukan sudah baik, masa libur Nataru belum berakhir. Karena itu, sesuai dengan instruksi presiden hingga masa libur Nataru selesai diharapkan tidak ada masalah yang berarti terjadi. “Karena itu, kami meminta pelayanan dilakukan secara konsisten,” tegas Budi.

Budi mengaku, mengingatkan kepada kepolisian serta ASDP untuk siap siaga menghadapi potensi lonjakan penumpang di hari-hari tertentu selama libur Nataru tahun ini. Menurutnya, seluruh mekanisme serta fasilitas yang disiapkan harus mampu menghadapi potensi tersebut.

“Harus disiapkan mekanisme ticketing yang lebih cepat. Jumlah gate yang lebih banyak. Kakorlantas dan kapolda melakukan rekayasa lalu lintas saat terjadi antrean yang berlebihan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama,  Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan prasarana guna menunjang proses arus libur Nataru tahun ini.

“Kita juga menyiapkan pendukung toilet, ada enam titik antara Tangerang-Merak,” ujarnya.

Menurut Basuki, fasilitas yang ada tidak cukup untuk menciptakan proses arus Nataru yang berjalan lancar jika tidak didukung oleh regulasi serta perilaku masyarakat. Ia mengimbau kepada seluruh stakeholder untuk bekerja secara bersama-sama menciptakan arus libur Nataru yang berjalan lancar. Menurutnya, satu pihak saja tidak cukup. “Kalau hanya antrean saya rasa tidak apa-apa. Yang dihindari itu kalau sampai berhenti. Itu bikin stres,” ujarnya.

Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengaku, telah menyiapkan sistem layanan elektronik untuk transaksi. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan saldo uang elektronik dalam keadaan cukup sebelum masuk ke area pelabuhan. “Agar tidak terjadi penumpukan,” tuturnya.

Kata Ira, sejauh ini proses arus mudik masih berjalan dengan lancar. Tidak terjadi antrean yang mengular hingga keluar area pelabuhan. (bam/air/ira)