Menikmati Nasi Goreng Bang Ipoel Paramount

0
1.443 views
Para driver aplikasi online saat mengantre orderan Nasi Goreng Bang Ipoel di Ruko Paramount, Selasa (23/4).

Modal Awal Rp500 Ribu, Kini Beromzet Rp80 Juta

Sebagai daerah metropolitan, makanan menjadi peluang usaha menjanjikan di Kabupaten Tangerang. Hal ini dibuktikan oleh Saeful Amin, pengusaha nasi goreng Bang Ipoel Paramount. Ia bisa meraup keuntungan omzet sekitar Rp80 juta per bulan.

WIVY HIKMATULLAH – Kelapadua

BAGI kalangan pemburu kuliner, pasti tahu Nasi Goreng Bang Ipoel. Cita rasa bumbu yang khas karena takarannya yang pas menjadi salah satu faktor nasi goreng tersebut laris manis.

Sebelum laris manis seperti saat ini, usaha nasi goreng tersebut dimulai di Jakarta. Tepatnya di Ciganjur Jagakarsa, pada 2001. Namun sayang, usaha tersebut sulit berkembang dan sepi peminat. Maklum karena lokasinya sepi. Setelah bertahan sekitar 15 tahunan, akhirnya Saeful atau Ipoel memilih hijrah untuk mencari peruntungan penghasilan yang lebih di Tangerang pada awal 2016.

Benar saja, usaha yang dirintis ulang di Blok AK1 nomor 27 Ruko Paramount, Jalan Kelapa Gading Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapadua itu, kini berkembang baik dari tahun ke tahun. ”Hijrah ke Tangerang karena kalau dilihat se-Jabodetabek, food paling rame di Tangerang. Perkembangan mulai empat bulan pertama, alhamdulillah banyak diminati dan pendapatannya meningkat,” kata Khasya (28), istri Ipoel mulai bercerita, Senin (22/4).

Khasya menerangkan, Ipoel suaminya asal Tegal itu memulai usaha nasi goreng dengan modal Rp500 ribu dengan sewa tempat Rp1 juta per-bulan. ”Alhamdulillah, sekarang untuk omzet sehari bisa mencapai sekitar tiga juta. Itu juga ngitung yang order via aplikasi. Kalau dihitung sama yang beli dan makan langsung di tempat bisa mencapai sekitar empat jutaan. Kami buka enggak full satu bulan, ada libur empat hari satu minggu sekali. Jadi kalau ditotal omzetnya sekitar Rp80 jutaan per bulan,” terangnya.

Untuk harga jual nasi gorengnya, terbilang cukup terjangkau. Berkisar mulai dari Rp15-Rp23 ribu. Tidak hanya nasi, tapi juga ada kwetiau, mi dan lainnya. Setiap harinya, buka pada 16.30 WIB hingga pukul 02.30 WIB. ”Omzetnya berbeda kalau Mas Ipoel sendiri yang masak, bisa lebih satu jutaan,” ujarnya.

Sebagai strategi promosi, Khasya juga memberikan program khusus bagi para driver. Yakni, sepuluh nota bisa ditukar satu bungkus nasi goreng gratis. ”Cuma berlaku buat driver aplikasi aja, kalau untuk pembeli enggak ada,” tegasnya.

Kini, nasi goreng yang memiliki tiga karyawan itu rencananya akan membuka cabang. (*)