Meninggal karena Kecelakaan Kerja, Karyawan Indah Kiat Dapat Santunan Rp188 Juta

Walikota Serang Syafrudin didampingi Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Mallif menyerahkan santunan secara simbolis kepada Hambali, ahli waris Haerul Falah, di Alun-alun Kota Serang, Kamis (22/8).

SERANG – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang menyerahkan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Hambali, ahli waris almarhum Haerul Falah, berupa uang sebesar Rp188.838.152.

Haerul Falah adalah karyawan PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada Februari 2019. Pria berusia 21 tahun itu meninggal setelah terjepit mesin dumroll (penggulung kertas) pada saat mencoba mengambil cutter yang terjatuh.

“Semoga nilai dari manfaat program BPJS Ketenagakerjaan ini dapat menjadikan keluarga yang ditinggalkan terbantu dalam menjalani hari hari ke depan dan menyadarkan kita bahwa perlunya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif usai menyerahkan santunan secara simbolis di Alun-alun Kota Serang bersama Walikota Serang Syafrudin, Kamis (22/8).

Muallif menjelaskan, PT Indah Kiat Pulp & Paper mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan merupakan bukti kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan para karyawannya.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program perlindungan kepada pekerja , yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

“Ahli waris Haerul Falah juga mendapatkan uang pensiun sebesar Rp348 ribu per bulan karena Haerul Falah semasa bekerja didaftarkan oleh perusahaan pada program jaminan pensiun,” jelas Muallif.

HRD Manager PT IKPP Serang Sigit Purwanto mengungkapkan, perusahaannya patuh terhadap peraturan. Semua karyawan, termasuk karyawan outsourcing, terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di empat program jaminan. Bahkan karyawan juga dimasukkan pada asuransi kecelakaan di luar hubungan kerja (AKDHK) di perusahaan asuransi yang lain.

“Jumlah karyawan sekitar 4.000 orang. Yang outsourcing sekitar 1.600 orang. Semuanya masuk BPJS Ketenagakerjaan. Para vendor outsourcing juga harus patuh dengan mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak, tidak bisa bekerja sama dengan kami,” ungkap Sigit.

Hambali, orangtua almarhum Haerul Falah, mengucapkan terima kasih atas perhatian BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang. “Alhamdullah, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sudah kami terima. Perusaahan juga perhatian dan memberikan santunan,” ungkap Hambali.

Santunan yang diterima, lanjut dia, dipergunakan untuk keperluan almarhum. Seperti ingin berkurban pada Idul Adha. “Sebelum meninggal pernah bilang ingin berkurban. Sudah kami laksanakan. Waktu Idul Adha yang lalu berkurban atas nama almarhum. Juga sudah kami hajikan tahun ini pakai badal haji,” ungkap Hambali bersama istrinya, Siti Kuraesin. (aas)