Meninggal Usai Tenggelam di Kolam Renang Hotel

Ilustrasi

SERANG – Aldi (11) meninggal setelah tenggelam di kolam renang Le Dian Hotel and Cottages, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu (9/11). Sebelum mengembuskan napas terakhir, bocah lelaki asal perumahan Permata Banjar Asri, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang itu sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Sari Asih, Kota Serang.

“Informasi yang kami terima kejadiannya sekira pukul 10.00 WIB. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feradinata dikonfirmasi Radar Banten melalui pesan WhatsApp (WA), Minggu (10/11).

Namun, Indra tidak merespons soal pertanyaan proses penyelidikan dan kronologi kejadian tersebut. Indra sebelumnya mengaku baru mengetahui informasi tersebut saat dikonfirmasi Sabtu (9/11). “Informasinya seperti itu (ada yang tenggelam-red), sudah ada (polisi-red) yang mengeceknya,” kata Indra.

Humas RS Sari Asih Kota Serang Agus Ramdani saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Namun, Agus tidak mengetahui apakah korban meninggal di rumah sakit atau meninggal di lokasi kejadian. “Iya benar (korban tenggelam Hotel Le Dian ditangani RS Sari Asih-red). Saya belum tahu (kondisi korban terakhir-red) soalnya saya sedang libur,” kata Agus.

General Manager Le Dian Hotel and Cottages Yuswanto mengungkapkan, Sabtu (9/11) sekira pukul 10.00 WIB, korban atas nama Aldi pingsan saat berenang di kolam renang Le Dian Hotel and Cottages. Kemudian, korban dilarikan ke RS Sari Asih Serang. Aldi meninggal dunia sekira pukul 15.00 WIB, meskipun sebelumnya telah mendapatkan pertolongan dari tim medis.

“Saat di RS, korban sempat bernapas, tapi detak jantungnya lemah dan kemudian dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB di RS Sari Asih Serang,” katanya saat dihubungi Radar Banten, Minggu (10/11).

Ia tidak dapat memastikan penyebab meninggalnya Aldi. Namun, dia memastikan, korban datang bersama kedua orangtua dan adik laki-lakinya. Saat berenang, korban ditemani kedua orangtua dan bahkan diminta untuk menjaga sang adik yang berenang di kolam renang bagian anak-anak. Korban merupakan anak yang pandai berenang dan tidak mungkin tenggelam karena kedalaman kolam anak-anak hanya 80 sentimeter dan korban diprediksi tingginya lebih dari 80 sentimeter. “Kemungkinan korban mengalami kram perut atau kelelahan, akhirnya mengalami pingsan,” katanya.

Ia menceritakan, sang ayah yang mengetahui anaknya mengalami insiden tersebut langsung mengangkatnya ke pinggir kolam renang dan memberikan pertolongan. Kemudian, bergegas mengantarkan korban ke RS Sari Asih Serang untuk mendapatkan perawatan.

“Saat di RS Sari Asih Serang, korban langsung masuk ke UGD untuk diberikan pertolongan oleh dokter. Selang beberapa jam, korban dipindahkan ke ICU dan jantungnya sempat berdetak, tetapi perlahan melemah. “Tuhan menakdirkan lain dan nyawa korban tidak tertolong,” katanya.

Pihak hotel ikut berbelasungkawa dan akan memberikan uang duka cita serta makanan ringan untuk tahlilan. Le Dian Hotel and Cottages memiliki fasilitas kolam renang yang juga bisa digunakan oleh masyarakat umum atau bukan tamu yang menginap. Manajemen menetapkan prosedur, setiap anak-anak yang berenang harus didampingi oleh orangtua dan tidak perkenankan membawa makanan dari luar.  (mg05/skn/ira)