Menjaga Jarak jadi Tantangan Terbesar 3M

0
355 views

JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengungkapkan angka kesembuhan pasien Covid-19 per 1 November 2020 mengalami peningkatan dari pekan sebelumnya. Pekan ini angka kesembuhan berada di 82,84 persen dibandingkan pekan lalu sebesar 80,51 persen.

“Sementara testing dan tracing atau pemeriksaan dan penelusuran kasus per 1 November, sudah menghasilkan lebih dari 4,5 juta spesimen diperiksa dan banyak di antaranya negatif,” ungkap Reisa dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11).

Dia juga menyampaikan hasil survei terkini dari Unicef dan Nielsen, terhadap perkembangan penanganan Covid-19, yang dilakukan pada 2.000 responden yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. Hasil survei itu, kata Reisa, baru 32 persen responden yang menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) secara bersamaan.

“Sebagian besar responden mempraktekkan salah satu atau hanya dua saja, dari tiga langkah 3M,” lanjut Reisa. Baca Juga: Ribuan Warga Demo Tolak Pakai Masker dan Jaga Jarak, Empat Polisi Terluka saat Membubarkan Aksi Dari langkah 3M yang dimaksud, para responden kebanyakan menerapkan mencuci tangan saja lalu sebagian lainnya memakai masker saja. Tantangan terbesar katanya pada langkah menjaga jarak.

“Sedangkan menjaga jaraknya ini nih, menjadi langkah 3M yang masih jarang dilakukan. Padahal, 3M itu satu paket,” lanjut Reisa.

Tak hanya itu, Reisa juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan film pendek tentang penerapan 3M dalam aktivitas keseharian. Dalam tayangan itu menghadirkan Siti Fauziah Saekhoni, yang akhir-akhir ini dikenal secara luas melalui media sosial dalam perannya sebagai Bu Tedjo dalam film pendek ‘Tilik’.

Dalam film berdurasi satu menit itu, juga menghadirkan Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dan Reisa Brotoasmoro. Keduanya menasehati Bu Tedjo agar menerapkan protokol kesehatan 3M secara sepaket. Penerapan 3M secara sepaket dapat menurunkan hampir 0 persen risiko tertular virus Covid-19. (*/air)