ilustrasi. (dok.JPNN)

CILEGON – Aksi heroik dilakukan oleh Adad, seorang wisatawan asal Kota Bogor, Jawa Barat. Adad memberikan pelajaran yang setimpal kepada dua pelaku tindak pidana kejahatan, Fajar Suprayoga (26), warga lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon dan Ega Julianda Pranata (17), warga lingkungan Babakan Turi, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon sesaat setelah kedua pelaku berhasil menjambret tas berisi uang dan barang milik istrinya, Dian, Sabtu (2/1/2015) dini hari tadi.

Berawal saat Dian baru akan masuk di sebuah minimarket di kawasan Ramanuju, Cilegon, tiba-tiba kedua pelaku menghampiri dan langsung merampas tas miliknya, lalu kabur dengan menggunakan sepeda motor. Mengetahui kejadian yang dialami istrinya itu, Adad yang pada saat itu masih di dalam mobil langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kebetulan suami korban sedang menunggu di mobil, maka dia langsung mengejar pelaku, lalu (motor pelaku) ditabrak dengan mobilnya, pelaku jatuh, dan langsung dibekuk dengan dibantu warga,” ungkap Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo kepada Radar Banten Online, Sabtu (2/1/2016) petang.

Korban, rencananya akan menikmati liburan tahun baru di kawasan wisata pantai Anyer. Tak sempat menikmati hasil kejahatannya, kedua pelaku yang mengalami luka memar pada tangan dan kepala akibat hantaman mobil Nissan Grand Livina dengan nomor polisi B 1242 KVM yang dikemudikan suami korban, langsung diserahkan ke Polres Cilegon berikut barang bukti berupa tas korban yang berisi uang tunai Rp1 juta dan sebuah motor Yamaha Mio dengan nomor polisi A 4514 WS yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya. “Kedua pelaku sudah kita amankan dan kita tahan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Kedua pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian kekerasan, dengan ancaman 12 tahun penjara. Terkait dengan aksi heroik yang dilakukan suami korban, Kapolres pun mengaku turut mengapresiasinya. “Saya mengapresiasinya, karena masyarakat berani mengamankan dirinya sendiri. Tapi, ya harus mempertimbangkan keselamatan dirinya juga,” tandasnya. (Devi Krisna)