Menjelang Pilkada, Polda Banten Minta Jaga Persaudaraan

0
7.768 views
Kombes Pol Edy Sumardi

TANGERANG – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) sejumlah kota dan kabupaten di Banten, Polda Banten mengimbau agar masyarakat saling menghormati perbedaan dan jaga persaudaraan. Hal tersebut untuk meminimalisir kericuhan dan konflik yang terjadi saat proses pelaksanaan pilkada.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, tahun ini Banten akan menghadapi pilkada di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan.
“Provinsi Banten akan menghadapi empat pilkada yang diperkirakan dilaksanakan September. Tetapi, pendaftaran kemungkinan akan berlangsung bulan empat-lima (April-Mei-red). Mari kita lihat masa depan daerah kita yang lebih baik. Kita akan melihat figur yang terbaik dari yang baik. Semua figur bertujuan untuk membantu masyarakat menciptakan daerah yang baik dengan cara berbeda, tapi tujuannya sama,” katanya setelah mengikuti penanaman mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/2).

Kata Edy, Polda mengimbau kepada masyarakat untuk saling menghargai, mendukung dan menghormati perbedaan. Boleh berbeda angka, beda warna, tapi tujuan tetap satu, yakni memajukan daerahnya masing-masing. “Untuk itu mari jaga perasudaraanya, ikuti, lihat dan amati program-program yang terbaik. TNI, Polri dan pemerintah selalu bersinergi dalam mengawal pesta demokrasi,” tambahnya.

Ia juga meminta tokoh masyarakat, ulama, cendikiawan untuk sama-sama mengimbau dan mengedukasi ke masyarakat untuk suskeskan pesta demokrasi di setiap daerah. “Menyukseskan pesta demokrasi adalah tugas kita bersama,” pintanya.

Soal kerawanan dalam pilkada, pihaknya akan fokus pada pengawasan dan pengamanan pada proses masa kampanye. “Kerawanan yang biasa muncul di pesta demokrasi itu seperti perbedaan pendapat, dalam pelaksanaan kampanye biasanya ada konvoi ada arak-arakan juga berpotensi menimbulkan kericuhan. Kita imbau, jangan sampai ganggu ketertiban umum,” tukasnya.

Soal peta kerawanan, Edy mengatakan, belum dapat memberikan keterangan hingga ada hasil rapat koordinasi pelaksanaan dan pengamanan pilkada di Banten. “Nanti, tunggu rakor,” jelasnya. (Wivy)