Menkes Ajak Warga Pandeglang Pasang Kelambu

PANDEGLANG – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek mengingatkan warga Pandeglang akan bahaya penyakit malaria. Karena itu, kata Menkes, salah satu cara untuk mengatasi penyebaran penyakit tersebut adalah dengan memasang kelambu di semua rumah warga.

“Kita sepakati nyamuk itu menjadi musuh kita karena bisa menyebarkan penyakit malaria. Selain itu, kebersihan lingkungan di rumah kita masing-masing itu sangat penting untuk di jaga agar tidak ada nyamuk pembawa penyakit menyerang,” katanya di hadapan ratusan masyarakat saat .menghadiri acara puncak peringatan pekan imunisasi dan Hari Malaria Sedunia di gedung Shohibul Barokah, Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Minggu (29/4) pagi.

Di acara itu, dia menyampaikan bahwa pemerintah komitmen untuk memerangi penyakit tersebut, agar 2019 Banten bebas dari malaria. Hadir di acara tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Irna Narulita, perwakilan Gubernur Papua, perwakilan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), 31 bupati walikota se-Indonesia, dana pejabat Pemkab Pandeglang.

Selain kelambu, kata Menkes, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, di antaranya dengan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti lavender dan pandan.

“Kelambu itu memiliki fungsi untuk mencegah. Kita akan berikan kelambu kepada warga Pandeglang. Kita juga meminta kepada semua masyarakat untuk melakukan penanaman pandan dan lavender dipekarangan rumah, karena baunya nyamuk enggak suka,” katanya.

Nila mengaku, selama 2017 sampai t2018 Kementerian Kesehatan telah membagikan secara gratis 2.824.450 kelambu antinyamuk di tiga provinsi, yakni Provinsi Papua sebanyak 1.214.750, Provinsi Papua Barat 485.700 dan Provinsi Nusa Tenggaran Timur (NTT) sebanyak 1.124.000 kelambu. Pembagian kelambu antinyamuk itu, katanya, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan penyebaran penyakit tersebut, khususnya didaerah endemis malaria.

“Penggunaan kelambu itu diharapkan bisa menurunkan angka kejadian penyakit malaria,” katanya. (Dib/RBG)