Menkes Teken PSBB, Tangerang Raya Dikunci

0
656 views

JAKARTA – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto secara resmi menetapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk tiga wilayah di Provinsi Banten. Yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Penetapan PSBB ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/249/2020 yang ditandatangani Terawan di Jakarta, Minggu (12/4). Ketiga wilayah di Banten itu dinilai telah terjadi peningkatan dan penyebaran Covid-19 yang signifikan.

Keputusan PSBB disetujui setelah dilakukan kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah wilayah-wilayah tersebut dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya. ”PSBB di Banten perlu diterapkan mengingat peningkatan kasus dan penyebaran virus meningkat signifikan,” kata Terawan di Jakarta, Minggu (12/4).

Setelah diterbitkannya Keputusan Menteri Kesehatan, Pemprov Banten wajib melaksanakan PSBB dan secara konsisten mendorong serta menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. PSBB di tiga wilayah di Banten dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

Hingga kini Menkes Terawan telah menyetujui penerapan PSBB di sembilan wilayah pada tiga provinsi di Indonesia. Tiga provinsi tersebut adalah seluruh wilayah Jakarta; lima wilayah di Jawa Barat yaitu Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, dan Kota Depok, dan tiga wilayah di Banten yaitu Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kota Tangerang Selatan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto membenarkan.  ”Sudah diteken pemberlakuan PSBB di sejumlah wilayah. Harapannya ini pun terus ditekan setelah muncul peningkatan pada kasus baru sebanyak 399 orang. Sehingga total kasus positif sebanyak 4.241,” terangnya pada konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Minggu sore (12/4).

Berdasarkan pencatatan sejak Sabtu (11/4) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (12/4) pukul 12.00 WIB, pasien yang sembuh bertambah 73 orang, sementara yang meninggal bertambah 46 orang. ”Kita bersyukur bahwa sampai saat ini sudah ada lebih dari 359 kasus yang sudah sembuh. Ini sebuah optimisme kita bahwa Covid-19 bisa disembuhkan dengan baik,” tambah Yuri.

Ia memerinci 359 pasien sembuh tersebar di Jakarta, Jatim, Sulawesi Selatan, Jabar, Jateng, dan Bali. Sementara pasien meninggal bertambah 46 orang, sehingga jadi 373. Sejauh ini, catatan pemerintah menunjukkan Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak, yaitu 2.044 jiwa per 12 April.

Setelah Jakarta, ada Jawa Barat dengan 450 pasien positif, Jawa Timur dengan 386 pasien, Banten dengan 281 pasien, Sulawesi Selatan 222 kasus, dan Jawa Tengah dengan 200 pasien.

Kata dia, beberapa kebijakan telah dilakukan, sampai hari ini sudah lebih dari 27 ribu orang yang dilakukan pemeriksaan PCR. Pemerintah secara serius mencari kasus positif di masyarakat. Lebih dari 60 lab telah diaktifkan dengan kapasitas yang semakin ditingkatkan untuk memeriksa specimen yang diambil dari rumah sakit di seluruh Indonesia. Kemudian sebanyak 790 ribu alat pelindung diri (APD) dengan kualitas terbaik sudah didistribusikan kepada seluruh tenaga medis. Yuri menekankan kepada masyarakat untuk patuh dan disiplin mencuci tangan, memakai masker terutama jika harus ke luar rumah, dan menjaga jarak dengan orang lain. (fin/alt/ags)