Mensos Minta Penerima BST Diverifikasi

0
557 views
Menteri Sosial Juliari P Batubara meninjau penyaluran BST di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (30/5).

SERANG – Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara meminta pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi penerima bantuan sosial tunai (BST). Jika ada yang tidak tepat sasaran, bisa langsung diusulkan untuk pergantian.

Hal itu disampaikan Mensos kepada wartawan usai meninjau penyaluran BST di Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (30/5). Hadir Direktur Strategis dan Kelembagaan PT Pos Indonesia Noer Fajrieansyah, Kepala Dinas Soial Provinsi Banten Nurhana, Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Serang Adjat Gunawan, dan Kepala Dinsos Kabupaten Serang Ahmad Saefudin.

Penyaluran BST dilakukan di salah satu madrasah di Desa Bojonegara. Mensos meninjau proses penyaluran secara tunai dan berbincang-bincang dengan penerima bantuan. Mensos menanyakan profesi dan dampak Covid-19 kepada beberapa penerima bantuan.

Juliari mengatakan, hasil peninjauan dirinya ke berbagai daerah penyaluran BST terbilang lancar. Meski begitu, pihaknya tidak menampik jika ada beberapa yang tidak tepat sasaran. “Tidak banyak, jika kita salurkan seribu, paling ada satu dua yang tidak puas, kecil sekali,” ujarnya.

Ia menyatakan, penerima BST sesuai usulan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta, pemerintah daerah memverifikasi penerima BST tahap selanjutnya. “Kalaupun ada (yang tidak tepat sasaran-red), silakan diperbaiki oleh teman-teman daerah,” pesannya.

Ia mengungkapkan, penyaluran BST tahap pertama di Provinsi Banten sudah 92 persen. Pihaknya sudah meminta PT Pos Indonesia menyiapkan penyaluran tahap kedua. “Ini masih ada dua tahap lagi, untuk tahap pertama sudah hampir selesai,” tegas politikus PDI Perjuangan itu.

Pihaknya juga akan menyalurkan BST periode Juli hingga Desember. Nilainya berbeda dari saat ini sebesar Rp300 ribu. “Jumlah penerimanya tetap sama, apakah penerimanya tetap atau diganti. Silakan tim vetifikasi daerah yang mengusulkan. Pada prinsipnya kita menyiapkan dan menyalurkan bantuan,” jelasnya.

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, lanjutnya, periode pertama bantuan difokuskan pada pemulihan kesehatan dan sosial. Kemudian, periode kedua difokuskan pada pemulihan ekonomi. “Itu sebabnya kenapa bantuan di periode kedua Juli-Desember ini hanya Rp300 ribu, karena nanti akan ada program-program lainnya untuk pemulihan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Provinsi Banten Nurhana mengatakan, di Kabupaten Serang ada 110.015 penerima BST. Pihaknya mengakui ada beberapa penerima yang tidak memenuhi persyaratan. “Di tahap kedua nanti otomatis ada pergantian, disiapkan saja penggantinya,” pintanya. (jek/zai/air)