Menteri Jonan: Tak Mungkin Orang Meninggal Karena Macet

Menhub Ignasius Jonan. FOTO; dok/jpnn.com
Menhub Ignasius Jonan. FOTO; dok/jpnn.com

JAKARTA – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan seolah mempertanyakan data yang dirilis posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Terutama terkait tewasnya 12 orang akibat dampak kemacetan arus mudik yang luar biasa.

’’Masak kemacetan bisa mengakibatkan orang meninggal, kan nggak mungkin,” ucapnya, seperti dilansir jpnn.com.

Menurut Jonan, meninggalnya pemudik di tengah kemacetan tidak terlepas dari kondisinya yang tidak fit. Sejak awal, dia juga meminta didirikan posko di rest area dan dekat pintu gerbang tol besar.

”Memang tantangannya di arus balik dari timur ke barat kalau lewat tol Cipali, rest area-nya kurang. Itu mesti ditambah. Saya kira akan diadakan,” ungkapnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut angkat bicara perihal kabar itu. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi menuturkan, peristiwa itu terjadi dalam kurun tiga hari.

Bukan akibat kemacetan dalam satu hari dan satu tempat seperti kabar yang beredar. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab korban meninggal. Di antaranya, kelelahan dan kekurangan cairan.

Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, orang tua, dan pemudik dengan penyakit kronis.

”Ditambah lagi kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC terus-menerus. Ini bisa menurunkan oksigen dan naiknya CO2,” ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto. (ded/byu/mia/ken/dod/idr/wan/JPG/c7/c9/pri/jpnn)