Lingkungan Ramanuju Baru, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil.

Lingkungan Ramanuju Baru, Kelurahan Citangkil,  Kecamatan Citangkil, yang semula dicap sebagai permukiman kumuh, kini disulap menjadi indah, bersih, dan asri. Bahkan, sejauh mata memandang, mata tidak akan pernah jenuh atau bosan untuk memandangnya. Kok bisa?

Berangkat dari keprihatinan warga lantaran lingkungannya kumuh, tidak bersih, dan tidak adanya tempat untuk tertawa bersama, warga berinisiatif menyulap Lingkungan Ramanuju Baru, RT/RW 04/09, Kelurahan/Kecamatan Citangkil, untuk menjadi lingkungan yang dapat menyejukkan mata dan menenangkan hati serta menjadi tempat tertawa bersama.

Atas inisiatif warga, akhirnya usulan agar permukiman tersebut dilukis supaya indah dilihat disampaikan kepada pengurus RT. Dari pengurus RT kemudian disampaikan kepada kelurahan lalu disampaikan kepada pihak kecamatan.

Gayung bersambut, inisiatif warga akhirnya disetujui. Camat Citangkil Joko Purwanto mempersilakan warga yang ingin menjadikan permukimannya menjadi indah dan bersih. Dana operasional untuk melukis permukiman yang terdiri atas 86 kepala keluarga (KK) itu akhirnya diperoleh dari swadaya masyarakat. Sementara, kelurahan dan kecamatan membantu sekadarnya.

Usulan tersebut akhirnya kini menuai hasil. Sebanyak 50 rumah dari target 86 rumah sudah selesai dilukis. “Tadinya permukiman itu kumuh. Tapi, ada inisiatif warga supaya permukiman tersebut disulap menjadi indah dan ditempati lebih nyaman. Ya, sekarang hasilnya,” kata Joko di sela-sela kegiatan jumat bersih, kemarin (23/3).
Tidak semua bagin rumah dilukis sebab yang dilukis hanya pada bagian depan rumah saja. Sementara, bagian dalamnya tidak dilukis. Mulai dari dinding bagian depan rumah, teras, sampai pagar rumah semuanya dilukis dengan gambar pemandangan, dan tulisan bernada motivasi.

Kini, Lingkungan Ramanuju Baru punya sebutan lain, yakni Kampung Lukis. Lukisan dibuat oleh seorang bernama Nurul Anwar. Ketua RT 04 Sarjoko menjelaskan bahwa awal mula yang menyebabkan seluruh rumah tersebut dilukis lantaran warga sangat prihatin dengan kondisi lingkungan. “Warga sering prihatin dan sering mengeluh karena tidak ada tempat untuk tertawa. Dan, alhamdulillah, sekarang permukiman menjadi tempat yang nyaman dan indah bagi warga kami,” tutur Sarjoko.

Sementara itu, Sekmat Citangkil Entik Atikoh berharap, Kampung Lukis bisa menjadi ikon pariwisata alternatif bagi masyarakat Kota Cilegon. Mengingat, destinasi pariwisata di Kota Cilegon masih minim. (Umam/RBG).