Merapikan Rancakamurang dengan Pagar Bambu

PETIR – Pagar dari bambu bakal dipasang di pinggir jalan lingkungan RW 002, Kampung Rancakamurang. Pemerintah Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, menargetkan pengerjaan tersebut rampung pada akhir pekan ini. Target itu terkait dengan rencana penilaian Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019 yang akan dimulai pada 19 Oktober 2019.

Pagar dari bambu itu, menurut Sekretaris Desa Mekarbaru Dede Safaat, akan dibuat sepanjang 1.000 meter. Pemerintah desa juga akan menambah hiasan pada jalan lingkungan di RW 002, Kampung Rancakamurang, dengan tanaman hias.

“Utamanya, kita tata dengan pemagaran mulai dari pintu masuk kampung sampai ke ujung belokan. Kira-kira 500 meter. Kiri kanan (jalan-red) jadi 1.000 meter,” jelasnya kepada Radar Banten, Rabu (9/10).

Pemagaran itu, jelas Dede, juga untuk menyeragamkan pagar rumah warga Rancakamurang yang berada di pinggir jalan lingkungan tersebut. Sehingga, diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun ketika memasuki perkampungan itu.

“Pagarnya nanti dicat. Diusahakan seragam. Secara teknis, nanti pihak RW dan RT yang mengatur. Kita mulai minggu ini,” tegas Dede.

Pemerintah Desa Mekarbaru, lanjut Dede, juga akan menambah fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan Rancakamurang dengan memberikan bak sampah. Perbaikan pos ronda pun tak ketinggalan masuk perencanaan pemerintah desa.

“Kalau penunjukan kampung ini (Rancakamurang-red), selain strategis tempatnya, bisa dibilang untuk wilayah sini, masyarakatnya masih kompak,” tuturnya.          

“Sosialisasi (keikutsertaan Rancakamurang mengikuti Lomba Kampung Bersih dan Aman-red) sudah, Agustus lalu. Tinggal pelaksanaannya. Semoga, kami menjadi salah satu yang terbaik,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua RW 002, Kampung Rancakamurang, Asip menambahkan, pemagaran jalan lingkungan dengan pagar bambu akan dilakukan dalam waktu dekat. Penataan lingkungan melalui pagar bambu itu sesuai hasil musyawarah bersama warganya. “Insya Allah, kita pagar sepanjang jalan kampung. Kalau pengecatan warnanya seperti apa. kita serahkan ke warga,” katanya.

Asip berharap, keputusan Pemerintah Desa Mekarbaru memilih Rancakamurang menjadi motivasi bagi warga kampung lain di desa itu. Sehingga, lingkungan yang bersih dan aman tercipta di semua perkampungan meskipun lomba berakhir. (fdr/don/ira)